Baca Juga: Mencermati Perubahan Perilaku Politik Kader NU dan Konstruksi Pemikiran Kader NU
Semoga sampai disini semua menyadari. Perilaku kita sebagai kader NU telah berubah. Bias perjuangan kita di NU sudah sakit parah bahkan akut. Apakah ini akan terus kita lakukan sampai pada “ kebaikan NU hanya sebuah cerita” ??? Saya yakin tidak. Maka saatnya semua berbenah dan berusaha berbuat baik demi kemajuan NU di masa depan.
Mengembalikan NU sebagai organisasi yang mengedepankan Harakah Diniyah sangat penting, karena memang ruh perjuangan NU di sana. Kader NU boleh berkreasi untuk kemaslahatan dan kemakmuran rakyat, tetapi jangan sampai mengorbankan nilai dasar perjuangan NU yang telah digariskan oleh para masyayikh pendiri NU. Kader NU zaman now harus banyak belajar sejarah bagaimana berjuang saat kondisi sulit, belajar ber NU yang benar dengan membaca Mabadi’ Khoirol Ummah. Dengan memahami Mabadi Khoirol Ummah Kader Muda NU akan selalu dijalan yang benar dalam melakukan perjuangan membangun masyarakat di semua lini kehidupan.
Baca Juga: Jiwa Besar Prabowo dan Makna Strategis NU
Gerakan Mabadi Khaira Ummah merupakan langkah awal pembentukan “umat terbaik” (Khaira Ummah) yaitu suatu umat yang mampu melaksanakan tugas-tugas amar makruf nahi mungkar yang merupakan bagian terpenting dari kiprah NU karena kedua sendi mutlak diperlukan untuk menopang terwujudnya tata kehidupan yang diridlai Allah.
Yang memelihara, menjaga dan melanjutkan perjuangan NU adalah Generasi Mudanya, maka ketika arah perjuangan mulai bergeser harus segera diluruskan kembali. Para pengurus harus menahan diri untuk tidak terlalu bernafsu dalam politik kekuasaan, agar bias perjuangan NU tidak terlalu ke politik.
Baca Juga: Apa Kabar PMII Hari Ini ???
Dalam tradisi kita, perilaku adalah sebuah pengalaman yang akan diwarisi oleh generasi muda untuk dijadikan pegangan di masa yang akan datang. Maka kita mesti memberikan tauladan yang baik agar yang kita mewariskan sesuatu yang baik.
Hanya sebuah catatan untuk saling mengingat demi kebaikan bersama tidak lebih dari itu. Semua catatan di atas bukan karena kebetulan, tetapi memang sudah menjadi jiwa raga kader NU sekarang ini. Maka saatnya berubah untuk menjadi lebih baik agar cita - cita diakui sebagai Santrinya Mbah Hasyim Asy'ari bisa kita dapatkan dengan baik.
Nganjuk, 9 Juni 2024
Penulis HM Basori M.Si
Direktur Sekolah Perubahan, Training, Research, Consulting, and Advocacy
Artikel Terkait
Apa Kabar PMII Hari Ini ???
Ansor dan Dinamika Politik Indonesia
Jiwa Besar Prabowo dan Makna Strategis NU
Mencermati Perubahan Perilaku Politik Kader NU dan Konstruksi Pemikiran Kader NU
Makna Strategis NU Dalam Pilihan Kepala Daerah
Konstruksi Berfikir Kader Pergerakan
Membayangkan NU Nganjuk Tetap Menjadi Pemenang Dalam Pilkada Bupati 2024