news

Demi Terlaksananya Kegiatan Posyandu, RW di Kelurahan Banaran, Kertosono Bayar Iuran Rp 70.000

Selasa, 10 Desember 2024 | 19:47 WIB
Ilustrasi masyarakat datang ke Posyandu Lansia dan Balita (Foto Sakera Nawacita)

Hamsiki menambahkan bahwa tidak seluruh RW iuran senilai Rp 70.000 (Tujuh puluh ribu rupiah) yang membayar dikarenakan ada beberapa RW yang keberatan untuk membayar dengan alasan tidak ada lansia yang datang ke Posyandu Lansia.

"Tidak, ada RW yang keberatan membayar, alasannya tidak ada lansia yang datang ke Posyandu," imbuhnya.

Ketika dikonfirmasi berapa RW yang keberatan dan RW mana saja, Hamsiki mulai enggan menjawab.

"Saya tidak berhak menjawab nggih," kata Hamsiki.

Baca Juga: Dua Kubu Paslon Klaim Kemenangan, KPU Nganjuk: Mohon Bersabar dan Menahan Diri

Ketika ditanya tentang seperti apa awalnya dan siapa yang menentukan nominal Rp 70.000 (Tujuh puluh ribu rupiah), Hamsiki menjelaskan tidak ada yang menentukan bahkan bantuan Posyandu balita sudah ada sebelum dirinya berdinas di Kelurahan Banaran.

"Tidak ada yang menentukan, sebelum saya dinas di sini, dari lingkungan RT/RW, bantuan Posyandu Balita sudah ada," tutur Hamsiki.

Hamsiki menegaskan, dari RW untuk Posyandu Balita sudah lama sebelum dirinya berdinas di Kelurahan Banaran, sementara untuk Posyandu Lansia, baru ada kurang lebih 1 tahun terakhir.

"Dari per RW, untuk Posyandu Balita sudah lama, sebelum saya dinas di sini, untuk Posyandu Lansia kurang lebih 1 tahun," tegasnya.

Baca Juga: Proses Rekapitulasi Suara Pilkada Nganjuk Berproses, Indikasi Kecurangan Terjadi di Sejumlah TPS

Terpisah Luluk yang mengaku dirinya Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) dan Ketua Kader Keluarga Berencana (KB) Kelurahan Banaran ketika dikonfirmasi mengatakan bukan wewenangnya untuk menjawab.

"Maaf, itu bukan wewenang saya untuk menjawab pertanyaan bapak. Monggo panjenengan tanya langsung ke Pak Lurah atau langsung saja ke yang bersangkutan (Bidan Kelurahan Banaran red), jadi lebih afdol," ucap Luluk via pesan aplikasi WhatsApp, pada Sabtu (7/12/2024) sore.

Ketika di singgung terkait dirinya yang tukang ngambil iuran ke RW, Luluk menjawab tidak pernah.

"Maaf bapak, saya tidak pernah tukang ngambil ke RW yang jenengan ngendika aken (anda katakan red), saya bukan Kader Posyandu bapak. Bapak salah orang mungkin," ucapnya kepada wartawan Nawacitapost.com.

Baca Juga: Kontestasi Pilkada Nganjuk Memanas, Dua Kubu Paslon Saling Klaim Kemenangan

Halaman:

Tags

Terkini