news

Terkait Berita yang Beredar, Ini Kronologi Hingga Fakta yang Terjadi di SMA Negeri 1 Sukomoro

Senin, 22 April 2024 | 21:05 WIB
Tampak depan SMA Negeri 1 Sukomoro, Nganjuk (foto istimewa)

NAWACITAPOST.COM - Terkait berita yang beredar di salah satu media yang berjudul "SMAN 1 Sukomoro Keluarkan Empat Siswa Sekaligus Dalam Satu Hari" pada situs www.koranpatroli.com, akhirnya Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Sukomoro Drs. H. Sumidi, M.Pd buka suara.

Informasi yang dihimpun wartawan Nawacitapost.com dalam pemberitaan tersebut mengatakan bahwa empat siswi berinisial JH, CT, NN dan NR dikeluarkan dalam satu hari.

Namun justru ketika dikonfirmasi Kepala SMA Negeri 1 Sukomoro Sumidi melalui beberapa stafnya mengatakan itu tidak benar dan ada kronologi hingga merekomendasikan siswa untuk mutasi ke sekolah lain.

Baca Juga: Hari Pertama Masuk Kerja, Cabdin Pendidikan Nganjuk Gelar Halal Bihalal

Salah satu stafnya yaitu Tommi Mazda Dwipa, S.Pd ketika diwawancarai mengatakan sejak kelas 10, empat anak itu seperti kelompok, dia membentuk kelompok, bahkan awal kasus itu ada kasus uang hilang, dalam satu kelas itu, dan ada salah satu temannya yang tahu, salah satu teman yang tahu itu juga mengungkapkan bahwa dia yang mengambil.

Tommi Mazda Dwipa, S.Pd ketika diwawancarai (foto Sakera/Nawacita)

"Namun ketika temannya mengungkapkan itu, terus keempat anak yang berkelompok itu sedikit memberikan penyerangan kepada yang menyampaikan fakta tadi atau kepada saksi, itu yang pertama," kata Tommi Mazda Dwipa, di SMA Negeri 1 Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur pada Senin (22/4/2024).

Lanjut Tommi Mazda Dwipa, kemudian ketika anak itu di sekolahan, bahkan ketika menuju kenaikan ke kelas 11, itu juga semua bapak ibu guru yang ada di SMA Negeri 1 Sukomoro extra tenaga untuk mengangkat bahwa anak itu bisa naik kelas.

Baca Juga: Momentum Hari Raya Idul Fitri, SMA Negeri 3 Nganjuk Gelar Event Silaturahmi dan Halal Bihalal

"Karena terkait tugas-tugas banyak yang nanggung juga, nah makanya satu persatu itu masing-masing wali kelas ya ada yang keberatan juga untuk naik kelas, itu yang di kelas 10 namun toleransi masih berjalan, nah pada saat itu ketika setelah kejadian tim Tata Tertib (Tatib), juga wali kelas, dan tim Bimbingan Konseling (BK) itu sudah memberikan pembinaan kepada keempat anak itu," ujar pria yang akrab disapa Tommi kepada wartawan Nawacitapost.com.

Tommi menjelaskan, akhirnya dari kelas 10 keempat anak tersebut naik ke kelas 11 dengan pembinaan tersebut, namun ternyata pada ketika duduk di kelas 11 hal tersebut diduga kembali terjadi.

Senada dengan Tommi Mazda Dwipa yaitu Yunita Retno, S.Pd ketika diwawancarai mengatakan, sebenarnya kita sudah pernah ada pertemuan juga dengan wali kelas, tim BK, juga dengan wali murid dan yang bersangkutan terkait dengan kasus, yang anaknya itu melakukan kasusnya diluar.

Baca Juga: Peringatan Isra Mi'raj, OSIS SMAN 1 Rejoso Nganjuk Adakah 3 Lomba

"Jadi keempat anak itu melakukan penyerangan di rumah warga ini berkaitan dengan perguruan silat, terus yang punya rumah itu keberatan atau tidak terima terus kemudian mereka datang ke sekolah untuk minta sekolah menyelesaikan pertanggungjawaban hal tersebut," kata Yunita Retno kepada wartawan Nawacitapost.com.

Halaman:

Tags

Terkini