Lanjut Nadia, awalnya petugas P2TL melakukan pengecekan di lokasi, terus menemukan ada yang tidak sesuai dengan SOP yang ada di sana.
Baca Juga: Diduga Tak Paham Program Desanya Sendiri, Kades Dadapan Ngronggot Tak Dapat Menjelaskan
"Dan kami sekali lagi mohon maaf tidak bisa menjelaskan lebih rinci, untuk lebih rincinya nanti sama pelanggan, untuk versi PLN ada yang tidak sesuai, dikarenakan adanya indikasi tertentu," ujar Nadia.
Senada dengan Nadia admin P2TL Wahono ketika diwawancarai mengatakan, dikarenakan adanya temuan P2TL.
Baca Juga: Protes Jalan Rusak Parah, Warga Desa Dadapan Tanam Pohon Pisang
"Tadi sudah dijelaskan oleh mbaknya, kalau untuk detailnya kita tidak bisa jelaskan secara rinci, soalnya harus ada perwakilan pelanggannya, yang bertanda tangan di suratnya kemarin," kata Wahono pada Selasa (19/3/2024).
Wahono menjelaskan, terkait dengan temuannya adalah ketidak sesuaian Standart dengan PLN, karena kita hanya ngecek saja kesana.
Baca Juga: Diduga Esek-esek Dengan WIL, Oknum Kades Keluar dari Kamar Kos Hari ke-12 Bulan Suci
"Kita tidak bisa menjelaskan detailnya, karena harus ada dari pelanggannya, nanti kalau dengan pelanggannya kita bisa jelaskan lebih rinci dan detailnya bagaimana," jelas Wahono.
Sementara Kades Tembarak Johan Harmoko ketika diwawancarai membenarkan bahwa PJU milik Desa Tembarak, besok saya sudah dapat undangan ke PLN.
"Pemutusan aliran listrik PJU gang XIV (empat belas) mungkin disebabkan pemuda ketika masang itu keliru, karena yang masang itu pemuda Desa Tembarak gang XI (sebelas), kalau untuk pemasangan meteran ya tetap petugas PLN," kata Johan Harmoko di ruang kerjanya pada Selasa (19/3/2024).
Johan Harmoko menambahkan, maksudnya pemuda Desa Tembarak gang XI (sebelas) yang menyambung dari meteran ke lampu.