NAWACITAPOST.COM — Pagi yang seharusnya menjadi awal produktif bagi warga Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kini berubah menjadi medan frustrasi. Jeritan kecewa masyarakat membubung tinggi di area SPBU 34 Kedung Kole, Desa Karangmekar. Hak warga kecil untuk menikmati Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite, diduga kuat telah dirampas secara terang-terangan oleh komplotan pelangsir bermotor Suzuki Thunder.
Bukan lagi rahasia, motor berkapasitas tangki jumbo tersebut mondar-mandir bak hantu jalanan, menyedot kuota subsidi demi keuntungan sepihak untuk dijual kembali ke kios-kios eceran.
Modus Operandi Pagi Hari: "Mondar-Mandir" Rp150 Ribu Sekali Jalan
Berdasarkan kesaksian warga di lokasi, praktik lancung ini terjadi secara masif pada jam-jam krusial saat masyarakat hendak berangkat kerja. Kehadiran armada motor Thunder yang mengantre panjang merenggut hak antrean warga yang dikejar waktu.
Baca Juga: Batam Darurat Identitas: Disdukcapil Setop Cetak KTP Pendatang, Bom Waktu Pengangguran Mengancam!
"Setiap pagi antrean motor panjang. Di jam kerja, mereka bisa mengisi sampai 150 ribu, mondar-mandir tiap hari. Kami yang mau isi untuk kerja jadi susah!" cetus S, salah seorang warga dengan nada geram, Selasa (12/6/2026).
Mirisnya, drama penyalahgunaan ini terkesan dibiarkan tanpa tindakan tegas. Lemahnya pengawasan—atau mungkin pembiaran—dari pihak operator SPBU memicu kecurigaan akut di kalangan konsumen.
"Saya tidak mengerti, sepertinya mereka 'kongkalikong' untuk mendapatkan keuntungan bersama. Sementara kita tahu sendiri, Pertalite itu adalah BBM Bersubsidi!" ungkap EV, warga lainnya yang menyaksikan kejanggalan tersebut.
Aturan Dikangkangi, Hukum Diterjang
Secara legalitas, SPBU 34 Kedung Waringin merupakan agen reguler Pertamina yang menyalurkan Pertalite dengan kapasitas tangki besar (22 KL dan 13 KL). Namun, apa yang terjadi di lapangan adalah pembangkangan hukum yang nyata.
Baca Juga: Bekasi Menyala! Wali Kota Tri Adhianto Sabet Penghargaan Nasional Top Regional Leader Awards 2026
Berdasarkan Perpres No. 191 Tahun 2014 dan UU No. 22 Tahun 2001 tentang Migas, Pertalite adalah Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP). Artinya, bahan bakar ini mutlak untuk konsumen akhir, bukan untuk diperjualbelikan kembali demi mencari keuntungan pribadi!
Adapun Konsekuensi dan Sanksi Hukum yang Berlaku Terhadap Terduga Pelanggar:
- Pihak SPBU: Sanksi Administratif hingga Pencabutan Izin Usaha oleh Pertamina.
- Pelangsir / Pembeli Ilegal: Pidana Penjara paling lama 6 Tahun dan Denda Maksimal Rp60 Miliar (Pasal 55 UU Migas).
Bungkamnya Pengelola dan Desakan Tindak Tegas
Hingga laporan ini diturunkan, pihak manajemen SPBU Kedung Kole, Kecamatan Kedungwaringin, masih memilih bungkam seribu bahasa dan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan "main mata" dengan para pelangsir motor Thunder tersebut.
Masyarakat kini mengetuk pintu hati aparat penegak hukum dan pihak Pertamina untuk segera turun ke lapangan. Jangan sampai subsidi negara yang bersumber dari uang rakyat justru mengalir ke kantong para mafia eceran yang rakus.
Baca Juga: Rupiah Jatuh, BBM Melejit: Jeritan Rakyat Di Tengah Badai Ekonomi
"Kalau dibiarkan, yang rugi warga kecil. Subsidi harusnya buat yang berhak!" pungkas seorang warga menahan kecewa.
Tags
Terkini
Tingkatkan Estetika Kota, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Pimpin Pangkas Kabel Semrawut
Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:38 WIBMenuju Panggung Megah Porprov XV Jabar, PB Porprov Kota Bekasi Pacu Kesiapan Total
Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:38 WIBDiedit Tanpa Izin, Ruben Onsu Bawa Rekaman Video Call ke Polda Metro Jaya
Rabu, 14 Oktober 2026 | 06:02 WIBDuka di Tengah Dentuman Karnaval Sound Horeg di Jember, Anak Korban Beri Pengakuan Menyentuh
Rabu, 14 Oktober 2026 | 06:02 WIBDARR! Irama Gemuruh Karnaval Sound Horeg Diduga Memakan Korban, Warga Jember Tutup Usia
Rabu, 14 Oktober 2026 | 06:02 WIBMakin Sulit! Warga Bali Menjerit Krisis BBM, Pertalite hingga Pertamax Turbo Lenyap
Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:34 WIBPLN Sebut Hewan Liar Masuk ke Area Gardu Induk Pemicu Blackout Batam
Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:34 WIBSempat Pro-Kontra, Warga Teluk Bakau Akhirnya Sepakati Sagu Hati Rp30 Juta
Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:34 WIBMerespons Darurat BBM, Gubernur Koster Menggembleng Pertamina Demi Pertahankan Citra Wisata Bali
Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:34 WIBPenderitaan Warga Bali Amuk Kelangkaan BBM: Dorong Motor hingga Antre Berjam-jam
Selasa, 13 Oktober 2026 | 14:05 WIBGebrakan Transparansi Publik: Pemkot Bekasi Ganjar Penghargaan Perangkat Daerah dan Kecamatan Terbaik
Selasa, 13 Oktober 2026 | 14:04 WIBBea Cukai Tanjung Priok Kawal Senyap Bahtera Doulos Hope Bawa Samudra Ilmu ke Jakarta
Senin, 12 Oktober 2026 | 21:38 WIBLautan Prestasi Mengguncang Bekasi: Tri Adhianto dan Abdul Harris Bobihoe Anugerahi Para Pahlawan Pembangunan
Senin, 12 Oktober 2026 | 17:39 WIBUsut Tuntas Kekerasan Seksual Pekayon, Tri Adhianto Wali Kota Bekasi Tegaskan Perlindungan Anak
Senin, 12 Oktober 2026 | 17:39 WIBLompati Target Mentereng, 8.036 Warga Kapuas Hulu Sudah Beralih ke IKD
Senin, 12 Oktober 2026 | 17:39 WIBTri Adhianto Wali Kota Bekasi Bakar Semangat Kebersamaan Warga Saat Subuh Keliling di Mustikajaya
Senin, 12 Oktober 2026 | 13:20 WIBBMKG Gelontorkan Alarm Bahaya: Gelombang Monster 4 Meter Mengintai Samudra Indonesia!
Senin, 12 Oktober 2026 | 13:19 WIBSelat Sunda Membara, Status Gunung Anak Krakatau Melonjak Jadi Siaga
Sabtu, 10 Oktober 2026 | 14:59 WIBKOCI Padel House Kemalingan, Coach Justin Unggah CCTV Terduga Maling di Sosmed
Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:01 WIBGeger! Bangunan Minimarket di Pamekasan Dirusak Massa Menggunakan Ekskavator
Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:01 WIB