Husain menjelaskan bahwa inti pesan JK adalah sebuah lesson learned atau pembelajaran tentang upaya mendamaikan pihak yang bertikai. JK sedang menggambarkan realitas sosiologis saat terjadi konflik Poso dan Ambon, di mana kedua pihak menggunakan jargon agama sebagai motivasi untuk saling membunuh dengan iming-iming masuk surga.
"Pak JK justru meluruskan pemahaman tersebut. Beliau mengatakan Anda semua akan masuk neraka jika saling membunuh, bukan masuk surga, karena tidak ada agama yang mengajarkan demikian," jelas Husain, Senin (13/4/2026).
Ia menegaskan bahwa apa yang disampaikan JK bukanlah pendapat pribadi yang mendukung kekerasan, melainkan menceritakan pendekatan paradigma yang ia lakukan untuk menghentikan konflik dan membawa perdamaian di masa lalu," tandasnya.