Jombang, NAWACITApost.com - Potret memprihatinkan. Warga terpaksa menandu jenazah sejauh 16 kilometer lantaran di lokasi merupakan 'jalan ekstrim' mengingat aksesnya tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.
Jenazah tersebut adalah seorang warga Dusun Rapah Ombo, Desa Pojokklitih, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, harus ditandu sejauh 16 kilometer untuk menuju peristirahatan terakhirnya. Hal itu terjadi pada Kamis (27/7/2023). Siang.
Dalam sebuah video yang beredar, terlihat beberapa orang menggotong sebuah tandu berisi jenazah seorang warga Rapah Ombo. Rapah Ombo adalah sebuah wilayah yang berada di tengah hutan dan jalan yang dilalui untuk menuju ke sana sangat ekstrem.
"Iya benar ini kejadiannya. Jenazah ditandu puluhan kilometer dengan jalan kaki menuju Rapah Ombo," kata Warga yang ikut menandu Jenazah.
Pada video ini, tampak jenazah diletakkan tandu dan tertutup sebuah kain batik kemudian diangkat oleh beberapa orang. Tidak jarang, orang-orang yang mengangkut jenazah ini harus bergantian memikul tandu.(T)