Kamis, 4 Juni 2026

Peringati HUT ke-50 HKTI, Moeldoko: Petani Sumber Kehidupan Rakyat Indonesia

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Jumat, 9 Juni 2023 | 21:35 WIB

Jakarta, NAWACITApost.com - Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Moeldoko mengatakan, saat ini generasi muda hanya tahu makanan yang sudah tersaji di meja makan. Namun, banyak dari kalangan mereka yang tidak mengetahui proses produksi dan mengolah hingga menjadi makanan siap saji.

Hal itu disampaikan Moeldoko dalam perayaan HUT ke-50 HKTI yang digelar di Hotel Discovery Ancol Jakarta, Rabu (07/06/2023). Tahun ini, perayaan HUT HKTI mengusung tema “Bersama Petani, Indonesia Kuat”.

"HKTI sudah 50 tahun, harus bisa selalu mawas diri, harus bisa selalu memberi kontribusi bagi petani," kata Moeldoko, dikutip Jumat (9/6/2023).

Menurut Moeldoko, bertani merupakan pekerjaan yang mulia. Sebab, para petani melakukan proses penanaman bahan makanan yang merupakan sumber kehidupan bagi banyak orang.

"Saya menyampaikan apresiasi dan rasa hormat pada para petani, karena pekerjaan anda kami bisa makan," kata Moeldoko.

Pria yang menjabat Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) ini menambahkan, pertanian juga membuka ladang pekerjaan yang sangat luas. "Ladang-ladang pertanian itu daya serap angkatan tenaga kerja sangat tinggi, ruang pertanian sangat luas," ujar Moeldoko.

Para generasi muda, kata Moeldoko, perlu tahu bahwa bertani bukan sekadar berkutat dengan lumpur di sawah. Banyak bidang lain yang dapat dikerjakan untuk membantu dunia pertanian, misalnya mengembangkan informasi teknologi (IT).

"Untuk itu saya berpesan pada para anak muda, ruang pertanian sangat luas," ucapnya.

Moeldoko secara khusus berharap, rakyat Indonesia untuk efisien dalam menggunakan sumber makanan. Langkah ini dinilai penting agar ada keseimbangan, mengingat lahan pertanian yang makin sempit, sementara angka pertumbuhan manusia terus meningkat.

Apalagi, kata Moeldoko, pertumbuhan masyarakat dunia sangat luar biasa, sementara di sisi lain lahan pertanian terus berkurang. Untuk itu harus bisa mencari alternatif yang bisa dikembangkan di Indonesia.

"Indonesia sangat kaya. Bisa mengembangkan sagu atau sorgum, itu bukan barang baru bagi Indonesia," katanya.

 

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini