Kamis, 4 Juni 2026

Keutamaan Puasa Senin dan Kamis

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Rabu, 24 Mei 2023 | 23:05 WIB

Jakarta, NAWACITApost.com - Dalam agama Islam, puasa merupakan salah satu ibadah yang dianjurkan dan memiliki banyak keutamaan. Selain puasa pada bulan Ramadan, terdapat juga keutamaan khusus untuk berpuasa pada hari Senin dan Kamis.

Berpuasa pada hari-hari tersebut juga memiliki berbagai manfaat bagi tubuh, jiwa, dan sosial. Salah satunya, puasa Senin dan Kamis memberikan kesempatan bagi tubuh untuk beristirahat dari proses pencernaan makanan.

Dengan tidak mengonsumsi makanan dan minuman selama beberapa jam, tubuh memiliki waktu untuk membersihkan dan memulihkan diri. Proses detoksifikasi alami dalam tubuh dapat terjadi, membantu menghilangkan zat-zat beracun dan memperbaiki fungsi organ-organ vital.

Keutamaan Puasa Senin dan Kamis


Berpuasa pada hari Senin dan Kamis memiliki beberapa keutamaan sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah SAW. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِى وَأَنَا صَائِمٌ

“Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa.” (HR. Tirmidzi)

Berikut beberapa keutamaan berpuasa pada hari Senin dan Kamis:

1. Puasa Senin-Kamis adalah puasa yang selalu dilakukan oleh Rasulullah. Siti ‘Aisyah radhiyallu ‘anha pernah berkata,
كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَتَحَرَّى صَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ

Artinya, “Nabi saw selalu menjaga puasa Senin dan Kamis” (HR Tirmidzi dan Ahmad).

2.Hari Senin dan Kamis adalah hari dibukanya pintu surga

Dijelaskan dari sabda Rasulullah saw bahwa Allah swt membuka pintu surga pada hari Senin dan Kamis.

تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلَّا رَجُلًا كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ

Artinya, “Sesungguhnya pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Semua dosa hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu akan diampuni, kecuali bagi orang yang antara dia dan saudaranya terdapat kebencian dan perpecahan." (HR Muslim, No. 4652)

3. Hari penyetoran amal manusia

Dalam satu riwayat dijelaskan, suatu ketika Usamah bin Zaid pergi bersama budaknya ke bukit Al-Qurâ. Saat itu kondisi Usamah berpuasa, sementara usianya sudah lanjut. Sang budak pun bertanya, “Mengapa engkau berpuasa Senin-Kamis padahal engkau sudah lanjut usia?”

Usamah menjawab, “Sesungguhnya Nabi Muhammad saw berpuasa pada hari Senin dan Kamis. Ketika Nabi ditanya tentang hal itu, beliau menjawab,

إِنَّ أَعْمَالَ الْعِبَادِ تُعْرَضُ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيْسِ

Artinya, "Sesungguhnya amalan para hamba disampaikan pada hari Senin dan Kamis."

4. Hari kelahiran dan kewafatan Rasulullah

Hari Senin merupakan hari lahir sekaligus kewafatan Rasulullah. Dalam satu hadits dijelaskan,

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ الاِثْنَيْنِ قَالَ:‏ ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَىَّ فِيهِ

Artinya, “Nabi ditanya soal puasa pada hari Senin, beliau menjawab, ‘Pada hari itu aku dilahirkan dan wahyu diturunkan kepadaku” (HR Muslim: 1162).

 

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini