Jumat, 5 Juni 2026

Elektabilitas Partai Politik Pengusung Capres 2024

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Selasa, 23 Mei 2023 | 09:56 WIB

Jakarta, NAWACITApost.com - Litbang Kompas kembali merilis elektabilitas partai politik pengusung calon presiden (capres) 2024. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan pada 29 April-10 Mei 2023 itu, elektabilitas gabungan partai politik (parpol) yang mengusung Ganjar Pranowo sebagai capres unggul dibandingkan koalisi pengusung Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.

Sebagaimana diketahui, Ganjar didukung penuh oleh PDI-P dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Berdasarkan hasil survei Litbang Kompas, PDI-P memiliki elektabilitas sebesar 23,3 persen dan PPP 2,9 persen. Apabila digabungkan kedua partai tersebut menjadi 26,2 persen.

Angka ini bisa bertambah menjadi 27,1 persen apabila ikut menghitung elektabilitas dua partai nonparlemen yang telah menyatakan mendukung Ganjar, yakni Partai Hanura (0,6 persen) dan Partai Solidaritas Indonesia (0,3 persen).

Sementara itu, meskipun Prabowo belum resmi mendapatkan tiket maju sebagai capres, tetapi ia digadang-gadang bakal maju dalam Pilpres 2024. Terlebih, Partai Gerindra yang dipimpin Prabowo telah membentuk koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR) bersama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Berdasarkan survei Litbang Kompas, elektabilitas KIR berada di angka 24,1, terdiri dari Gerindra (18,6 persen) dan PKB (5,5 persen). Apabila Golkar merapat dan PKB tidak meninggalkan Prabowo, maka elektabilitas gabungan partai politik pendukung Prabowo berdasarkan survei ini dapat mencapai 31,4 persen karena Golkar memiliki angka keterpilihan 7,3 persen.

Anies yang didukung oleh gabungan parpol yang membentuk Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), memiliki elektabilitas 18,1 persen. Apabila dirinci, Partai Nasdem memiliki elektabilitas 6,3 persen, Partai Demokrat 8,0 persen, dan PKS 3,8 persen.

Survei Litbang Kompas melibatkan sebanyak 1.200 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi Indonesia. Survei ini memiliki tingkat kepercayaan 95 persen, dengan margin of error lebih kurang 2,83 persen.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini