Kamis, 4 Juni 2026

Digitalisasi Bantu Tingkatkan Omzet UMKM

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Jumat, 19 Mei 2023 | 14:54 WIB

Jakarta, NAWACITApost.com - Digitalisasi sangat membantu para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) menjangkau lebih banyak pembeli. Selain itu, proses digitalisasi juga membawa bisnis mereka ke jenjang yang lebih profesional.

Salah satu upaya digitalisasi yang bisa dilakukan oleh UMKM ialah memanfaatkan platform e-commerce. Kepala Bidang Kemudahan Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) Berry Fauzi mengatakan, UMKM banyak memanfaatkan jaringan marketplace untuk memasarkan produknya di masa pandemi.

“Sebanyak 40 persen UMKM menggunakan social media, 38 persen menggunakan instant messaging, menggunakan e-commerce 13 persen, dan ride hailing 5 persen," kata Berry, dikutip Jumat (19/5/2023).

Namun, tak jarang pelaku UMKM yang masih mengalami beberapa kendala saat mengakses digital. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh DSInnovate kepada 1.500 pemilik UMKM, ditemukan beberapa kendala yang dialami oleh UMKM.

Survei menunjukkan bahwa 30,9 persen UMKM kesulitan dalam mengadopsi digital. Sedangkan 70,2 persen pemilik UMKM bermasalah saat melakukan pemasaran produk. Permasalahan lainnya berkaitan dengan akses permodalan yang mencapai 51,2 persen, dan masalah pemenuhan atau persediaan bahan baku sebesar 46,3 persen.

Guna menjawab berbagai tantangan yang dihadapi para UMKM ini, pemerintah dan pihak swasta gencar berkolaborasi dan mendukung program dukungan terhadap UMKM lokal, termasuk program pelatihan hingga pendampingan. Hal tersebut turut dilakukan oleh Adaro Energy Indonesia bersama dengan Tokopedia yang telah melakukan pelatihan usaha kepada pelaku usaha wilayah Kalimantan.

Pada program ini, pelaku usaha binaan Adaro mendapatkan pelatihan dan pendampingan intensif melalui Filantra Indonesia tentang kiat mengembangkan usahanya secara online melalui platform Tokopedia selama 3 bulan. Salah satu pelaku UMKM yang menerima manfaat dari pelatihan tersebut ialah Arsani selaku pemilik Kopi Pasak Bumi asal Tabalong, Kalimantan Selatan.

Arsani mengaku bersyukur dapat menyerap setiap pengetahuan yang disampaikan saat pelatihan. Ia lantas menceritakan, Kopi Pasak Bumi telah berdiri sejak 2014. Produknya sangat diminati masyarakat bahkan sempat dijual ke beberapa toko ritel, seperti di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Namun, produk buatannya sempat terhenti karena belum memiliki sertifikat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kala itu. Padahal, sebagai produk pangan berkhasiat, Arsani wajib mengantongi izin dari lembaga tersebut.

Kini, Arsani sudah mengantongi sertifikat halal dan BPOM berkat dukungan dari pemerintah daerah (pemda). Sertifikasi tersebut ia dapatkan secara gratis. Menurut Arsani, setelah dirinya mengantongi sertifikat BPOM dan belajar berjualan di platform digital, produknya semakin diminati oleh masyarakat luas.

Dulu, produknya hanya dikenal di wilayah Tabalong saja, tetapi kini sudah merambah ke Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, hingga ke Pulau Jawa. Bahkan, omzetnya yang dulu hanya sekitar Rp40 juta per bulan, sekarang sudah berlipat menjadi Rp70 jutaan.

"Setelah mengikuti pelatihan dari Adaro dan Tokopedia, peningkatanya hampir 40 persen. Sebelumya produksi sekitar 300kg/bulan sekarang 500kg lebih per bulannya," kata Arsani.

Melalui pelatihan Adaro dan Tokopedia, Arsani juga mempelajari banyak hal termasuk cara membuat foto, deskripsi, hingga meng-upload produk ke marketplace. Kemudian memperhatikan stok, serta kecepatan pengiriman, dan cara mengambil saldo di Tokopedia.

Di sisi lain, Arsani menambahkan untuk penggunaan aplikasi masih ada kendala sinyal. Kendala itu membuat Arsani tak bisa selalu tepat waktu untuk melayani para pelanggannya. "Sering lelet, sehingga nggak bisa buka toko sesuai jadwal," katanya.

Oleh karena itu, Arsani sering kali memanfaatkan fasilitas wi-fi gratis yang tersedia di kantor kepala desa setempat. Meski sudah terbilang cukup maju dibanding sebelumnya, Arsani masih terus mengantisipasi setiap tantangan di tengah persaingan dengan sejumlah UMKM lainnya.

Baginya, selalu ada peluang baru ke depan. “Saya sendiri bukanlah seorang pebisnis, namun saya bisa menciptakan orang yang membuat bisnis agar bisnis tetap berjalan tanpa harus ada saya di dalamnya," tutup Arsani.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini