Jakarta, NAWACITApost.com - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatatakan, pelaksanaan KTT ke-42 ASEAN 2023 bukan sekedar pertemuan-pertemuan biasa. Namun, pertemuan pemimpin negara-negara Asia Tenggara itu dapat menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi baik di Indonesia maupun kawasan.
Bagi Indonesia, menurut Moeldoko, pelaksanan KTT ASEAN akan memberikan efek ganda bagi perekonomian nasional maupun daerah. Terutama di sektor pariwisata, transportasi, dan Usaha Mikro Kecil dan Menengan (UMKM). "Ini sebenarnya pesan tersirat dari Presiden. Pertumbuhan ekonomi tidak hanya terjadi di Bali atau Labuan Bajo, tapi daerah lain juga harus tumbuh dan bangkit setelah pandemi,” kata Moeldoko , di Labuan Bajo, dikutip Sabtu (13/5)/2023).
Moeldoko mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang konsisten dan terjaga di atas 5 persen, ditambah dengan bonus demografi, dan kestabilan kawasan, menjadi aset kuat bagi Indonesia dalam menjaga ASEAN sebagai pusat pertumbuhan dunia. Namun, ke depan dunia masih harus menghadapi tantangan yang sangat berat.
"Sehingga ke depan ASEAN harus semakin memperkuat integrasi ekomominya, mempererat kerja sama inklusif, memperkokoh arsitektur kesehatan, pangan, energi, dan stabilitas keuangan,” kata Moeldoko.
Sebagai diketahui, penyelenggaraan KTT ASEAN di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Indonesia berjalan sukses. Pertemuan pemimpin negara-negara di Asia Tenggara itu menghasilkan tiga kesimpulan.
Pertama, hal yang menyentuh kepentingan rakyat menjadi perhatian penting para leader, termasuk pelindungan pekerja migran, dan korban perdagangan manusia. Kedua, terkait Myanmar. Pencederaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan tidak bisa ditoleransi lagi. Five-point Consensus memandatkan ASEAN harus engage dengan semua stakeholders.
Ketiga, terkait penguatan kerja sama ekonomi. ASEAN sepakat untuk membangun ekosistem mobil listrik dan menjadi bagian penting dari rantai pasok dunia, sehingga hilirisasi industri menjadi kunci. Selain itu, implementasi transaksi mata uang lokal dan konektivitas pembayaran digital antar-negara sepakat untuk diperkuat.