Jombang, NAWACITAPOST.COM - Dalam rangka menyambut tahun politik 2024 Kesbangpol Kabupaten Jombang, mengadakan sosialisasi pencegahan konflik sosial di masyarakat. Acara tersebut bertempat di Aula Kecamatan Tembelang, Jombang, pada Senin (13/3/2023).
Muhammad Farid pemateri sosialisasi ini mengulas sejumlah faktor penyebab konflik yang dapat memicu kerusuhan di masyarakat.
Dosen di Fakultas Psikologi Undar Jombang ini menitikberatkan, terjadinya konflik sosial dalam pesta demokrasi atau Pemilu, salah satunya dipicu oleh sikap intoleran.
Selain itu, kurangnya sosialisasi dan komunikasi. Selanjutnya, proses pemilu yang dipersepsi adanya kecurangan, serta tidak siap kalah.
“Jombang ini sangat dikenal dengan toleransinya. Tentunya, banyak kalangan tidak khawatir akan hal ini. Namun, sikap toleransi ini harus tetap dirawat dan dijaga, karena Jombang kerapkali menjadi barometer soal toleransi,” paparnya.
-
Menurutnya, pemicu konflik sosial tidak lepas dari adanya perbedaan. Baik perbedaan antar individu, perbedaan kepentingan, perbedaan kebudayaan, dan adanya perubahan sosial.
Sebab itu, Cak Bidin sapaan akrabnya, mengajak kepada peserta sosialisasi ini menyatukan persepsi untuk pro-aktif ikut merawat dan menjaga harmoni masyarakat, agar tidak sampai timbul konflik sosial sekecil apapun.
Langkahnya, lanjut Cak Bidin, dengan melaksanakan deteksi dan pencegahan dini dalam rangka mengantisipasi berbagai bentuk ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
“Minimal menyampaikan wawasan kepada kerabat dan tetangganya, bahwa beda pilihan itu biasa. Justru hal ini akan menambah khazanah,” papar legislator dari Partai Keadilan Sejahtera Jombang ini.
Sekedar informasi hadir dalam kegiatan tersebut, Camat Tembelang, anggota Polsek Koramil, serta tokoh masyarakat.(*)