LABUAN BAJO, NawacitaPost.com – Jelang berlangsungnya KTT ASEAN Ke-42 pada Mei 2022 di Labuan Bajo, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan mulai mempersiapkan fasilitas sarana prasarana Bandara Komodo di Labuan Bajo, guna mendukung kelancaran penerbangan mulai dari kedatangan sampai kepulangan para delegasi dan tamu negara.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara M. Kristi Endah Murni dalam tinjauannya di Bandara Komodo – Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (20/1) lalu, mengatakan bahwa "Kami telah melakukan peninjauan langsung ke Bandara Komodo, beberapa skema dukungan operasional akan dilakukan agar pelaksanaan penerbangan nantinya berjalan lancar," ujar Kristi.
Saat ini, Bandara Komodo memiliki panjang runway 2.650 dan lebar 45 meter yang dapat melayani pesawat tipe A320 dan B738, luas apron mencapai 31.000 m2 untuk 7 _parking stand_ dengan rincian 4 pesawat _narrow body_ dan 3 pesawat _propeller_. Bandara ini juga memiliki terminal penumpang seluas 13.366 m2 yang dapat memuat penumpang hingga 1.100.000 pertahunnya.
"Sebagai upaya antisipasi, kami akan menyiapkan bandara alternatif terdekat dengan Bandara Komodo sebagai tempat parkir pesawat para delegasi, yaitu Bandara I Gusti Ngurah Rai di Denpasar, Bandara Lombok Praya, Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar dan Bandara El Tari di Kupang," jelas Kristi.
Selain beberapa fasilitas tersebut diatas, sejumlah fasilitas pendukung lain juga tengah disiapkan untuk mendukung kegiatan KTT ASEAN, meliputi fasilitas pemeriksaan _Custom, Imigration and Quarantine (CIQ)_ dan fasilitas helipad untuk _medical evacuation_.
Lebih lanjut Kristi memerintahkan Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Bali untuk melakukan koordinasi dan kerja sama dengan seluruh pihak terkait agar memastikan kelengkapan sarana dan prasarana di Bandara Komodo, guna mendukung penuh gelaran KTT ASEAN.
"Suksesnya gelaran KTT ASEAN nanti tentunya tidak terlepas dari keterlibatan seluruh pihak. Saya berharap kita dapat membawa nama baik Indonesia di mata internasional dan memperkenalkan wisata di Labuan Bajo agar lebih terkenal sebagai destinasi wisata menarik lainnya selain Bali." (RA/NF/MK)