Jumat, 5 Juni 2026

Terkait Pendapat BJ Yang Menyudutkan Dirut BUMD. SAS: Tidak Pantas Seorang Wakil Rakyat Bicara Seperti Itu. Fahmy; Berpikir Dulu Kalau Mau Bicara

Photo Author
Sitinjak, Nawacita Post
- Sabtu, 27 Agustus 2022 | 09:45 WIB

Tanjungpinang, NAWACITAPOST.COM - ketua seknas Jokowi (SAS) Kota Tanjungpinang menanggapi beberapa poin peristiwa opini pengiringan ataupun sebuah pendapat dari seorang wakil rakyat (BJ) yang mana ada beberapa kebijakan dari pada BUMD sebagai pengelola pasar dianggap tidak becus dalam dalam pengelolaan pasar

"ini bisa membuat gaduh masyarakat, Karena saat ini kita tahu bagaimana kondisi pasar memang sudah sangat buruk dimana daerah maupun pusat sebagaimana yang sudah di program akan melakukan perbaikan. itu menjadi jawaban bagi kita bahwa ada perhatian dari pemerintah"

Namun, Janganlah seorang anggota dewan atau wakil rakyat membuat statement yang tidak elegan artinya tidak bisa dibuktikan menyudutkan pribadi pimpinan BUMD seolah-olah tidak becus dalam bekerja tidak cocok sehingga diminta harus mundur

"pandangan-pandangan seperti inilah kalau saya pikir tidak tidak pantas Seorang anggota Dewan/Wakil Rakyat berbicara seperti itu. seharusnya beliau men-support dan mendapatkan dukungan dari semua kalangan supaya hal ini menjadi lebih baik lagi"pungkasnya

Lanjutnya, beberapa tahun ini sangat terpuruk dengan kondisi pandemi semua nilai putaran ekonomi terdampak sehingga pedagang tidak banyak serta harga lapak semakin tinggi, yang mana harga lapak tersebut tidak ditentukan pihak pengelola itu sendiri namun ketentuan sudah berjalan sekian lama Jauh sebelum Fahmi menjabat sebagai Dirut BUMD

"Nah kalau bicara mau bersih-bersihkan tentang lapa-lapak yang mana diketahui bahwa ada salah satu suami dari DPRD/wakil rakyat memiliki puluhan lapak. pertanyaannya, mengapa seorang oknum suami dari pada DPRD/wakil rakyat itu bisa punya lapak sebanyak itu, harusnya itu yang dikejar Pak BJ. bukan malah sebaliknya, menyalakan atau menyudutkan pimpinan BUMD karena ini bisa menciptakan kondisi menjadi tidak baik"Tegasnya

Sementara itu, dari wawancara singkat Via Handphone kepada Dirut BUMD (Fahmy) Tpi,n bahwasanya pasar tradisional kita khususnya pasar KUD itu sudah tidak layak lagi dan terjadi keretakan diakibatkan karena usia bangunan sudah 30 sampai 40 tahun. Karena pasar itu sudah tidak respentatif lagi untuk di huni para pedagang.

"Kita jangan menutup mata dan telinga kalau melihat bangunan tua ini, jangan saling menyalahkan dan saling menyudutkan. Harusnya kita bergandengan tangan melanjutkan dalam membangun pasar ini sehingga Pasar ini menjadi lebih baik lagi. Jujur membuat saya bingung atas statement Seorang DPRD Kepri seperti itu"Pungkasnya

Maka dari itu, ia berpesan kepada pak BJ selaku DPRD Kepri agar memikirkan macam mana pembangunan khususnya pasar atau tempat-tempat strategis lainnya untuk dapat dirasakan masyarakat kota Tanjungpinang

"Berpikir dulu kalau mau bicara di Media sosial Pak Dewan, sehingga tidak membuat bingung Masyarakat khususnya Kota Tanjungpinang Kepulauan Riau. Karena dengan adanya hal itu, tidak hanya membuat gaduh bahkan bisa memperburuk situasi semakin memanas."Tutupnya.

(YD)

Editor: Sitinjak

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini