Kamis, 4 Juni 2026

Korean Culture Day, KSI Surabaya Ajak Murid SMP Bethel Sulung 3 K-POP Bersama

Photo Author
Elya Yudi, Nawacita Post
- Sabtu, 20 Agustus 2022 | 15:46 WIB

 

Surabaya NAWACITAPOST - Suasana riang tergambar pada wajah-wajah siswa/siswi beserta para pendidik SMP Bethel Sulung 3 Jalan Kutisari, saat menerima rombongan King Sejong Institute (KSI) Surabaya di sekolahnya, Sabtu 20 Agustus 2022.

Korean Culture Day bagian dari ekstra kurikuler di sekolah Kristen ini menjadi menarik karena selain pembelajaran bahasa Korea, KSI juga memprkenalkan budaya hingga menari ala K-Pop dan tradisional Korea.

Asri Julianti, Perwakilan dari King Sejong Institute Surabaya mengungkapkan bahwa ini merupakan acara workshop adalah bagaimana teknik Dance yang benar untuk bisa ditampilkan.

 

-


"Sejak pagi tadi, kita sudah promosi kegiatan budaya seperti mengenalkan berbagai tarian dan alat musik dari Korea," ucap Asri Julianti.

Selain workshop yang biasanya dilaksanakan di Universitas atau sekolah-sekolah, KSI juga fokus membuka kursus bahasa Korea dan terbuka untuk umum, baik online maupun offline.

"Adapula kelas-kelas budaya, yang biasanya diadakan secara free (gratis, red) dan pembimbingnya dari KSI Surabaya," kata Dosen UK PETRA ini.

Sebagai bagian dari Universitas Petra, lanjut Asri, King Sejong Institute Surabaya sudah didirikan sejak KSI Surabaya resmi dibuka pada tanggal 10 Agustus 2015, bekerjasama dengan Universitas Dongseo Korea. Dan sampai tahun 2022 ini sudah ada 1285 murid.

Lebih lanjut, Asri mengharapkan, sesuai visi misi KSI, bahwa Korea itu bisa dikenal oleh semua orang tidak hanya K-Pop atau drama, sebenarnya Korea sendiri kaya akan Bahasa, budaya dan yang lainnya.

"Sebenarnya lebih luas, cuma kalau sekarang masyarakat Indonesia tahunya K-wave atau hanya sebatas boyband dan drama," tandasnya.

-
Para pendidik SMP Bethel Sulung 3 Jalan Kutisari, bersama Asri Julianti, Perwakilan dari King Sejong Institute Surabaya (kanan), berpakaian ala Korea

Hal senada disampaikan Reno Christian ketua pelaksana kegiatan dari KSI Surabaya bahwa King Sejong Institute merupakan lembaga resmi dari pemerintahan Korea untuk menyediakan tempat belajar Bahasa dan Budaya Korea.

"Jumlah cabang KSI di Dunia total ada 244 institusi & 84 negara, sedangkan di Indonesia ada 10, yakni di Jakarta 3 cabang, Tangerang 1, Bandung 2, Yogyakarta 1, Surabaya 1, Baubau 1, dan di Ambon ada 1 cabang," ungkap Reno yang saat ini juga menjadi pengajar di KSI Surabaya.

Untuk acara hari ini, menurut Reno, adalah performance tari budaya modern dari korea yakni K-Pop Cover Dance termasuk juga pengenalan budaya Korea seperti tari Talchum serta alat musik tradisional Janggu.

"Termasuk juga para siswa SMP Bethel Sulung 3 kita ajak menari bersama dan memainkan beberapa game," ucapnya.

"Kebetulan, salah satu unit KSI Surabaya, yaitu K-Pop Dance yang salah satu membernya adalah guru ekstra kurikuler disini (SMP Bethel Sulung 3, red)," tambah Reno kepada Nawacitapost.com usai giatnya. (20/8)

Dengan gelaran ini, Reno beserta KSI Surabaya berharap agar para siswa menambah wawasan dan mengenal beragam budaya Korea baik Modern, tradisional maupun bahasanya.

-


Dilokasi yang sama, Drs. Prijo Santoso Lumadijo, kepala Sekolah SMP Bethel Sulung 3 menjelaskan bahwa ada 4 ekstrakuler bahasa di sekolah tersebut, yakni Korea, Mandarin, Jepang dan bahasa Inggris.

"Nah untuk Ekstra bahasa Korea, kita kerjasama dengan King Sejong Institute Surabaya dari Universitas Petra," aku Prijo.

Selain bahasa menurutnya, para siswa juga dituntut untuk mengenal budayanya sehingga mudah mendalaminya.

"Semakin kita kenal budayanya, akan semakin mudah kita mempelajari bahasanya," kata Prijo.

Bagi sekolah, lanjutnya, hal ini adalah penting untuk membangkitkan antusias para siswa untuk mempelajari setiap wawasan yang mereka terima.

Gelaran-gelaran seperti ini, masih kata Kasek Priyo, juga diberlakukan untuk ekstra kurikuler yang lain. "Bahasa Mandarin, kita bekerjasama dengan PPSI. Kemudian untuk bahasa Inggris, kita sudah banyak mengikuti lomba, termasuk kemarin di TVRI, siswa kita meraih juara II," ungkapnya.

Untuk penerapan Kurikulum Merdeka Belajar, Prijo mengaku SMP Bethel Sulung 3 telah melaksanakan banyak kegiatan yang bersifat proyek.

"Jadi cara belajar menggunakan ceramah dan diskusi kita tingkatkan menjadi proyek. Seperti penelitian dan pembuatan kolam lele, proyek penguraian amoniak maupun proyek hidroponik," tukas Kepala Sekolah SMP Bethel Sulung 3, Prijo Santoso Lumadijo. (BNW)

 

Editor: Elya Yudi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini