Kamis, 4 Juni 2026

Apa Itu Empty Sella Syndrome, Apa Saja Gejalanya?

Photo Author
Vanessa, Nawacita Post
- Jumat, 22 Juli 2022 | 11:08 WIB

Jakarta, NAWACITAPOST.COM - Presenter Ruben Onsu mengungkapkan bahwa dirinya mengidap penyakit empty sella syndrome yang langka. Penyakit itulah yang membuat Ruben sempat dilarikan ke rumah sakit dan dirawat insentif pada awal Juni 2022 lalu.

BACA JUGA : Ruben Onsu Ternyata Idap Empty Sella Syndrome, Penyakit Apa Itu?

Namun apa itu sebenernya empty sella syndrome? 

Dikutip dari laman National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS), empty sella syndrome (ESS) merupakan gangguan yang melibatkan sella tusika, struktur tulang di dasar otak yang mengelilingi dan melindungi kelenjar pituitari (yang berada di dasar otak).

Terdapat dua jenis dari kondisi ini, yaitu primer dan sekunder. ESS primer terjadi ketika cacat anatomi kecil di atas kelenjar pituitari, memungkinkan cairan tulang belakang mengisi sebagian atau seluruh sella tursika. Sedangkan ESS sekunder adalah hasil dari kemunduran kelenjar pituitari di dalam rongga setelah cedera, pembedahan, atau terapi radiasi.

Apa Penyebab dari empty sella syndrome?

Melansir cnbcindonesia.com, Penyebab pasti dari empty sella syndrome dalam kasus kelainan primer tidak diketahui (idiopatik).

Namun, para peneliti percaya bahwa cacat pada diafragma sellae yang ada saat lahir (cacat bawaan) berperan dalam pengembangan empty sella syndrome primer. Diafragma sellae adalah lipatan di lapisan terluar dari membran yang melapisi otak dan sumsum tulang belakang.

Sementara pada kasus sindrom sekunder bisa disebabkan oleh berbagai kondisi, seperti cedera atau trauma pada kepala, tumor hipofisis yang diobati, infeksi, terapi radiasi, pembedahan pada daerah hipofisis, atau kelainan langka seperti sindrom Sheehan.

Apa Saja Gejala Empty Sella Syndrome?

Kebanyakan orang yang memiliki ESS tidak memiliki tanda-tanda atau gejala tertentu. Namun, jika gejala ESS itu muncul, dapat berupa:

- Sakit kepala
- Tekanan darah tinggi
- Kelelahan
- Impotensi (pada pria)
- Gairah seks rendah
- Tidak ada periode menstruasi atau tidak teratur (pada wanita)
- Infertilitas

Untuk kondisi yang parah, biasanya terdapat beberapa gejala lain seperti:

  • Perasaan tertekan di dalam tengkorak

  • Cairan tulang belakang bocor dari hidung

  • Pembengkakan di matamu

  • Penglihatan kabur


Untuk perawatan penyakit ESS sendiri biasanya dilakukan dua hal oleh dokter yaitu pemberian obat-obatan dan operasi.

Editor: Vanessa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini