Kamis, 4 Juni 2026

Jokowi Memaparkan Keberhasilan RI Turunkan Karhutla dan Covid-19 Pada Pembukaan GPDRR 2022

Photo Author
Safriana syahra, Nawacita Post
- Rabu, 25 Mei 2022 | 13:48 WIB

Jakarta, NAWACITA POST.COM - Presiden Joko Widodo memaparkan keberhasilan Pemerintah Indonesia dalam menurunkan bencana kebakaran hutan dan lahan hingga mengendalikan pandemi COVID-19 dalam Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 di Bali, Rabu.

Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) turut membuka secara resmi perhelatan konferensi yang membahas pengurangan risiko bencana serta komitmen dunia dalam resiliensi berkelanjutan itu.

"Indonesia berhasil menurunkan kebakaran hutan dari 2,6 juta hektare hanya menjadi 358.000 hektare di tahun 2021," kata Presiden dalam sambutan pembuka The 7th Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 yang disaksikan secara virtual, Rabu.

Di hadapan utusan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta 30 menteri dari luar negeri, Presiden menjelaskan bahwa Indonesia termasuk negara yang rawan terjadi bencana.

Sepanjang 2022, bencana di Indonesia terjadi sebanyak 1.613 dengan rata-rata 500 kali gempa baik skala kecil maupun besar setiap bulannya.

Bencana gempa besar disertai tsunami di Indonesia terakhir kali terjadi di Palu, Sulawesi Tengah pada 2018 silam yang merenggut 2.113 nyawa.

Indonesia yang memiliki 139 gunung api aktif, juga berulang kali mengalami letusan sebanyak 121 kejadian sepanjang 2015-2021.

Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan juga tak kalah menjadi ancaman, salah satu yang terbesar terjadi pada 1997-1998 yang menghanguskan lebih dari 10 juta hektare lahan di Indonesia.

"Dengan berbagai upaya, kebakaran hutan dan lahan bisa ditekan seminim mungkin, dan tahun 2021 Indonesia berhasil merestorasi lahan gambut seluas 3,4 juta hektar," ujar Presiden.

Selain bencana alam, Perihal penanganan pandemi COVID-19 ini, Jokowi membeberkan kebijakan Indonesia dalam menjaga keseimbangan aspek kesehatan dan ekonomi. Jokowi mengatakan kasus COVID-19 di Indonesia kini sudah melandai.

"Pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan dinamis sesuai situasi terkini menjalankan kebijakan gas dan rem untuk menjaga keseimbangan sisi kesehatan dan ekonomi. Dan terbukti telah memberikan dampak yang baik," ujar Jokowi.

"Indonesia, yang terdiri dari 17 ribu pulau dengan populasi 270 juta orang, telah menyuntikkan 411 juta dosis vaksin. Kasus harian juga turun tajam dari 64 ribu saat puncak menjadi 345 kasus harian per kemarin. Dan pertumbuhan ekonomi terjaga 5,01 persen serta inflasi di level aman 3,5 persen,"ujar Jokowi.

Pandemi COVID-19 yang terjadi selama dua tahun terakhir juga menjadi bencana terbesar dunia yang menginfeksi hingga 527 juta orang, merenggut korban 6,3 juta orang, termasuk 7,5 juta anak yang kehilangan orang tua.

Editor: Safriana syahra

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini