Kamis, 4 Juni 2026

Nasib Malang Nenek Soeratmini beserta 3 Cucunya Korban Perceraian

Photo Author
Elya Yudi, Nawacita Post
- Rabu, 30 Maret 2022 | 02:31 WIB
Imam Syafi'i, anggota Komisi A DPRD kota Surabaya
Imam Syafi'i, anggota Komisi A DPRD kota Surabaya

Surabaya NAWACITAPOST - Di masa pensiunnya sebagai PNS pengantar makanan untuk pasien di RS Jiwa Menur Surabaya, Soeratmini (60 tahun) tidak otomatis bisa berleha-leha. Pasalnya, dia masih harus berjuang untuk menghidupi ketiga cucunya yakni Dhani (16 tahun), Dafa (13 tahun), dan Dharma (10 tahun), yang merupakan korban perceraian orang tua, Hariyanto (ayah) dan Leni (ibu) yakni anak kedua Soeratmini.

Sejak bercerai, Leni yang sudah nikah sirih dengan pria lain, kos di daerah Surabaya Barat, dan sekarang memiliki dua anak. Sementara Hariyanto, saat ini tinggal di Bali dan kabarnya juga sudah beristri lagi. Baik Leni maupun Hariyanto, tidak pernah memberi nafkah untuk ketiga putranya yang saat ini tinggal bersama Nenek Soeratmini.

Sedihnya, ketiganya tidak tamat SD. Dhani sempat sekolah sampai kelas 4 SD. Sedangkan kedua adiknya drop out dari bangku kelas 3 dan kelas 2 SD. “ Melihat Dhani, kakaknya, tidak tamat SD, akhirnya ditiru oleh adik-adiknya,” ungkap Soeratmini, di kediamannya di kampung Dharmawangsa, kecamatan Gubeng Surabaya, Senin (29/3/2022)

Menurut Soeratmini, ketiga cucu laki-lakinya itu sehari-hari menghabiskan waktu di rumah. Tidak belajar, serta tidak bekerja. Kakak beradik itu lebih banyak nonton TV, main ponsel milik Dhani secara bergantian.

“Uang pensiun saya Rp 3 juta harus dibayarkan Rp2,5 juta setiap bulan ke Bank Mandiri,” terang Soeratmini.

“Saya pinjam Rp150 juta ke bank sebesar untuk menutupi utang-utang, saat suami sakit-sakitan dan akhirnya meninggal tahun 2012,” tambahnya.

Saat ini, Soeratmini dan ketiga cucunya seringkali dibantu tetangga, untuk sekedar bertahan hidup. Salah satunya dari Suryani, Bendahara RT setempat.

Mendapat informasi dari kehidupan nenek Soeratmini, Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Imam Syafi’i berkesempatan menemuinya.

Setelah berkoordinasi dengan Yono, Ketua RT serta Dayat, Ketua RW setempat, Politisi Partai NasDem ini langsung menuju rumah Nenek Soeratmini dari kantornya di gedung DPRD Surabaya, (29/3).

" Saya menelepon sekaligus mengajak Mas Sugeng, Lurah Airlangga, dalam perjalanan dari Gedung DPRD Surabaya ke rumah Nenek Soeratmini. Pak Lurah langsung membatalkan acara lain yang sudah diagendakan, begitu mendengar kisah pilu kehidupan keluarga Nenek Soeratmini,” terang Imam.

Kedatangan Imam beserta pak Lurah Airlangga, ditemui langsung Soeratmini bersama kedua cucunya di rumah sederhana yang dipinjami kakak Soeratmini.

Kabar terbarunya, cucu ragilnya tidak lagi tinggal bersama mereka di rumah itu. Karena sekitar dua minggu lalu, Dharma cucu ketiga Soeratmi dijemput ibunya untuk tinggal bersamanya. Bukan untuk disekolahkan, tapi untuk menjaga dua anak ibunya yang masih balita, ketika ditinggal bekerja sebagai pelayan di salah satu rumah makan.

Bisa dibayangkan bagaimana masa depan ketiga anak itu kelak? Kalau tidak suram ya kelam. Maklum, mereka tidak punya ijazah SD sekalipun. Juga tidak memiliki keahlian atau ketrampilan khusus. Ditambah lagi mereka tidak bisa seterusnya menggantungkan hidup kepada Soeratmi yang semakin menua. Kehidupan ekonominya juga makin hari makin sulit.

Sebagai lembaga pengawas dan perwakilan rakyat, dalam hal ini Imam bermaksut untuk mempertemukan masyarakat dengan pemangku kebijakan di wilayah kelurahan Airlangga, supaya melihat kondisi warganya secara langsung.

Pada kesempatan itu, Lurah Airlangga Sugeng Harijono berjanji akan mendaftarkan Soeratmi dan ketiga cucunya agar masuk kriteria keluarga MBR (masyarakat berpenghasilan rendah), sehingga nantinya bisa mendapat bantuan dari pemerintah, termasuk jatah permakanan.

“Kami juga usahakan agar mereka bisa mengikuti Program Kejar Paket, supaya punya ijazah,” kata Pak Lurah Sugeng yang rajin blusukan ke kampung-kampung di wilayahnya.

“Dengan bantuan Mas Imam sebagai anggota dewan, insya Allah semuanya akan dimudahkanNya,” imbuhnya.

Sebelum rombongan pulang, Sugeng meminjam Kartu Keluarga dari Nenek Soeratmini, meminta Ketua RW supaya segera mendaftarkan keluarga tersebut terdaftar sebagai keluarga MBR, melalui aplikasi via telepon genggamnya.

“Proses pendaftaran via aplikasi sudah selesai dilakukan Pak RW. Semoga lolos verifikasi faktual dari Dinas Sosial,” harap Sugeng yang langsung diamini Nenek Soeratmini dan cucunya. (red/BNW)

Editor: Elya Yudi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini