Kamis, 4 Juni 2026

Jubir Pemprov Sumbar Yakin kan Tanah dan Air IKN Bukan Buat Ritual Tertentu

Photo Author
Sitinjak, Nawacita Post
- Kamis, 17 Maret 2022 | 13:40 WIB

Padang, NAWACITAPOST.COM - Menjadi hari sejarah. Presiden RI Joko Widodo bersama 34 gubernur se-Indonesia, Senin (14/3/2022) satukan tanah dan air dari 34 Provinsi dalam satu wadah pada upacara di lokasi rencana pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Upacara diiringi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi serta beberapa Menteri menerima tanah dan air dari 34 Provinsi Indonesia.

Dimulai dari yang pertama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, kemudian diikuti berturut-turut gubernur Aceh, Papua, DI Yogyakarta, Sumatera Utara, Papua Utara, Jawa Barat, Gubernur Sumatera Barat Buya Mahyeldi, dan seterusnya hingga diakhiri oleh Gubernur Kaltim Isran Noor.

Para kepala daerah juga mengikuti kegiatan penanaman pohon oleh presiden, gubernur, beserta Menteri dan tokoh masyarakat lainnya.

Dalam keterangan Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono, menyebut, prosesi tersebut murni gagasan dari Presiden Jokowi yang terpinspirasi dari lagu Indonesia Raya.

"Kendi Nusantara merupakan simbol nusantara yang diisi oleh tanah dan air yang menjadi simbol Persatuan, kebhinekaa dan kearifan lokal, ". Katanya.

"Hari ini Senin 14 Maret 2022, kita hadir sama-sama disini dalam rangka sebuah cita-cita besar dan pekerjaan besar yang akan segera kita mulai, yaitu pembangunan ibukota nusantara. Mari kita berdoa, semoga hidayah dan barokah dari Allah SWT memberikan kemudahan dan kelancaran kita dalam membangun ibukota nusantara ini, terimakasih," ucap Jokowi saat itu.

Diketahui sebelumnya kepada masing-masing gubernur diwajibkan untuk membawa tanah dan air dari daerahnya.

Anies Gubernur DKI Jakarta, membawa tanah dari Kampung Aquarium dengan harapan, kehadiran IKN nantinya tidak memarjinalkan rakyat kecil dan sebaliknya memberikan kemajuan dan kebahagiaan bagi semua.

Mewakili Sumatera Barat, Gubernur Mahyeldi lebih memilih membawa sampel tanah dari Kabupaten Pasaman Barat yang terkenal akan kesuburanya dan kaya dengan sumberdaya alamnya.

Sedangkan sampel air diambil dari Aia Angek Bukik Gadang, Kabupaten Solok, yang terkenal merupakan salah satu sumber air bersih yang berada di kaki Gunung Talang bagian timur, pada ketinggian 900 mdpl.

Sekitar 600 hektar areal sawah disekitarnya dialiri air dari Bukik Gadang sehingga menjadikan kawasan ini sebagai daerah penghasil padi dengan produktifitas tinggi dan berasnya telah ditetapkan sebagai beras premium oleh pemerintah melalui PP No. 51 Tahun 2017 Tentang indikasi geografis dengan nama "Bareh Solok".

Dalam keterangan nya, Juru Bicara Pemprov Sumbar, Jasman Rizal Dt. Bandaro Bendang, dalam rapat persiapan acara di IKN tidak pernah panitia dari protokoler presiden menyampaikan akan ada acara ritual "Kendi Nusantara".

"Sejak awal rapat-rapat sampai ke pelaksanaan acara, tidak pernah ada disebutkan ada ritual tertentu. Setiap kepala daerah hanya diminta membawa air dan tanah dengan wadah tradisional masing-masing daerah disertai dengan sinopsis mengenai asal usul air dan tanah yang dibawa tersebut. Jadi itu saja. Kan bisa kita saksikan sendiri di televisi, kan ndak ada ritual-ritual agama atau kepercayaan tertentu," kata Jasman Kamis (17/3/2022)

Lebih lanjut Jubir Pemprov Sumbar ini menegaskan, "Yakinlah, kalau ada ritual-ritual tertentu, Buya Mahyeldi pasti tidak akan mau. Beliau sangat fahamlah dengan Agama Islam. Seperti yang tadi Saya sampaikan, apakah yang kita saksikan dalam siaran langsung di televisi ada hal-hal yang bertentangan dengan keyakinan kita?"

"Tetapi apapun itu, semua masukan dari siapa saja insyaa Allah kita perhatikan, kita hormati dengan ucapan sangat berterima kasih dan semoga Allah SWT melindungi dan meredhai kita semua" ungkap Jasman menutup penjelasannya.

Editor: Sitinjak

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini