Sibolga, NAWACITAPOST.COM - Bank Indonesia (BI) melaksanakan kegiatan Pelepasan ekspedisi berdaulat tahun 2022, Kamis (10/3). Bekerjasama dengan TNI AL Melakukan kegiatan kas keliling 3T (Terdepan, Terpencil dan terluar) di Kepulauan Nias dan Sekitarnya.
Kepala Perwakilan BI Sibolga Aswin Kosotali menyampaikan bahwa Bank Indonesia berdasarkan UU No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang diberikan amanat dan kewenangan oleh negara untuk melakukan Pengelolaan Uang Rupiah (PUR), yang meliputi perencanaan, pencetakan, pengeluaran, pengedaran, pencabutan dan penarikan serta pemusnahan uang rupiah.
Dalam melaksanakan amanat tersebut, Bank Indonesia mempunyai misi untuk menyediakan uang rupiah di seluruh wilayah NKRI dalam jumlah yang cukup, dengan jenis pecahan yang sesuai kebutuhan masyarakat serta dalam kondisi layak edar.
"Bank Indonesia memandang bahwa kebutuhan jumlah uang Rupiah diseluruh NKRI merupakan hal penting dan strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, karena rupiah bukan saja sebagai alat transaksi pembayaran, tetapi Rupiah juga merupakan identitas dan alat pemersatu bangsa. Namun pelaksanaan amanat UU dan misi tersebut bukanlah tugas yang mudah, karena Indonesia memiliki jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia yang tersebar di 17.499 pulau dan wilayah perbatasan yang sangat luas dengan 11 negara tetangga, Indonesia juga merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan luas perairannya yang mencakup 70% dari luas wilayah NKRI.BKondisi geografis NKRI yang memiliki ribuan pulau dengan keterbatasan infrastruktur sehingga mempengaruhi jangkauan Bank Indonesia dalam menyediakan uang kepada masyarakat, termasuk diantaranya untuk kepulauan di wilayah Terdepan, Terpencil, dan Terluar (3T)." Katanya.
Selanjutnya dia menjelaskan bahwa dalam menghadapi tantangan dan menjalankan misi tersebut maka Bl perlu melakukan kerjasama dan bergandengan tangan dengan semua elemen bangsa, termasuk dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL). Kerja sama ini dilakukan semata-mata agar Rupiah dapat hadir disetiap pelosok negeri, khusunya wilayah kepulauan 3T.
"Kegiatan ini bertujuan untuk membantu penyediaan uang layak edar di pulau-pulau terluar yang sulit terjangkau dengan transportasi umum. Selain kegiatan tersebut, juga dilakukan kegiatan lainnya meliputi sosialisasi atau edukasi Cinta, Bangga dan Paham Rupiah serta Program Sosial Bank Indonesia (CSR) bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat dengan penyaluran bantuan di sektor pendidikan, kesehatan, lingkungan, sosial budaya, dan ekonomi." Katanya.
Selanjutnya dijelaskan bahwa Sejak tahun 2011 sampai dengan tahun 2021, Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut telah melaksanakan 76 (tujuh puluh enam) kali kegiatan Kas Keliling 3T dengan 399 (tiga ratus sembilan puluh sembilan) pulau 3T terkunjungi.
Pada tahun 2022 Bl dan TNI AL bersepakat untuk memperluas jangkauan layanan kas keliling dengan program yang lebih terpadu dengan mengusung tema "Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2022", dimana pada tahun 2022 ini akan dilaksanakan kegiatan kaskel 3T sebanyak 16 kali di 16 Provinsi dengan target 81 pulau yang dikunjungi. Kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat ini merupakan kegiatan lanjutan sebagaimana kegiatan serupa yang telah dilaksanakan sebelumnya di tahun 2021.
Ekspedisi Rupiah Berdaulat ini adalah merupakan upaya Bank Indonesia melaksanakan Clean Money Policy yang akan dilaksanakan pada tanggal 10 sd 15 Maret 2022 di daerah-daerah yang dikategorikan 3T (Terdepan, Terluar dan Terpencil) yang berada di kepulauan Nias diantaranya Rulau Tello, Pulau Tanahmasa, Pulau Tanaballa dan Pulau Simuk di Nias Selatan yang merupakan wilayah kerja KPw BI Sibolga dibawah koordinasi KPw BI Provinsi Sumatera Utara menggunakan Kapal Perang KRI Teluk Kendari.
Kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat dilaksanakan dengan melibatkan Pejuang Rupiah (pegawai Bank Indonesia) dari 14 Kantor Perwakilan dan tentunya mendapatkan dukungan penuh dari Departemen Pengelolaan Uang (DPU) sebagai Satuan Kerja yang membawahkan Pengelolaan Uang Rupiah (PUR) secara Nasional.
Sinergi dan semangat untuk menjaga kedaulatan NKRI tentunya perlu dipertahankan dan ditingkatkan, selain dengan TNI AL kami juga akan terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah setempat untuk memperoleh dan menetapkan pulau-pulau yang akan dikunjungi termasuk terkait dengan penyaluran Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) yang menjadi rangkaian kegiatan Kas Keliling Bersama TNI AL, BI akan terus memperkuat dan menambah program kas keliling ini tidak hanya dalam penyediaan dan penukaran uang bagi masyarakat di kepulauan, tetapi juga bersama-sama memberikan edukasi kepada masyarakat di wilayah 3T tentang kedaulatan negara dari sisi pertahanan dan ekonomi melalui program Cinta, Bangga dan Paham Rupiah serta menjadikan program Kas Keliling 3T ini menjadi ajang dan program Bela Negara bagi personil BI yang mengikuti dan melaksanakan kegiatan kas keliling.
"Adapun makna dari "Cinta, Bangga dan Paham Rupiah" dimana maksud dari tag line tersebut adalah CINTA RUPIAH agar masyarakat dapat Mengenali, Merawat dan Menjaga uang Rupiah. BANGGA RUPIAH adalah bangga terhadap Rupiah kita Bangga sebagai Simbol Kedaulatan Negara, Alat Pembayaran yang sah dan Bangga sebagai pemersatu Bangsa, Sedangkan maksud dari PAHAM RUPIAH adalah agar masyarakat dapat mamahmi uang Rupiah dapat digunakan sebagai alat bertransaksi yang sah, berbelanja dan berhemat sebagai tabungan." Pungkasnya.
Hadir pada acara itu kepala perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara Doddi Zulverdi, kepala perwakilan BI Pematang Siantar Teuku Munandar, Wakil walikota Pantas Maruba Lumbantobing Wakil Bupati Tapteng Darwin Sitompul, Danrem 023 KS, Danlanal Sinolga Letkol laut Suarifudin Juhri, Komandan KRI teluk Kendari, d Forkopimda lainnya