Selasa, 2 Juni 2026

Gubernur dan Wagub Sumbar Rakor di Mentawai dan Pelepasan Purna Tugas Bupati

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Selasa, 8 Maret 2022 | 00:19 WIB

Mentawai, NAWACITAPOST.COM - Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansarullah dan Wagub Audy Joinaldy menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Pemkab dan Pemko se-Sumbar, Senin, (7/3/2022), siang di Tuapejat pusat Ibukota Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Baca Juga : Kapolres Mentawai Pimpin Sertijab 5 Perwira


Kunjungan pertama kali Gubernur Sumbar ke Bumi Sikerei sejak dilantik Presiden pada tanggal 25 Februari 2021 lalu itu, disambut langsung oleh Wakil Bupati Kepulauan Mentawai Kortanius Sabeleake dan Sekretaris Daerah Martinus Dahlan setelah turun dari kapal cepat Mentawai Fast pukul 10.30 Wib.

-


Dari dermaga Tuapejat, rombongan menuju kantor Bupati Kepulauan Mentawai di jalan Raya Tuapejat Kilometer 5 dan disambut oleh Bupati Yudas Sabaggalet dengan mengalungkan Inu atau kalung yang terbuat dari manik-manik.

Kegiatan yang diagendakan selama lebih kurang 2 hari tersebut, yakni, mulai tanggal 7 Maret hingga 8 Maret 2022 tersebut, diikuti lebih kurang 100 orang.

Usai ramah tamah dan makan siang di aula kantor Bupati Kepulauan Mentawai, rombongan meninjau pembangunan bandara Rokot. Gubernur Mahyeldi mengatakan, bahwa, potensi pariwisata Mentawai yang sudah mendunia tidak perlu diragukan lagi.

Menurut Gubernur Mahyeldi, pembangunan perluasan bandara Rokot yang ditarget rampung pada Agustus 2022 dapat meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Mentawai.

“Pariwisata Mentawai sudah tidak diragukan lagi. Nah, tentunya kita harapkan dengan selesainya perluasan bandara akan mempermudah akses wisatawan masuk ke Mentawai. Kita harapkan, pengoperasian bandara yang baru bisa segera,” ungkap pria yang karib disapa Buya tersebut.

Di samping, Gubernur Mahyeldi di dampingi Wakil Gubernur Audy Joinaldy dan Bupati Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet juga melakukan penanaman bibit maggrove di pantai Goisoinan. Menurut dia, di samping Indonesia dikenal sebagai paru-paru dunia dengan penanaman bakau juga bermanfaat untuk kelestarian alam dan lingkungan.

“Hutan manggrove berfungsi untuk menjaga abrasi pantai dan juga dapat mengurangi resiko bencana tsunami. Kita sangat serius dalam hal ini. Kita juga menyerahkan ratusan bibiy jengkol dan kelapa kepada kelompok tani,” ungkapnya.

Wakil Gubernur Audy Joinaldy menyebutkan, bahwa, di luar potensi wisata Mentawai, juga pihaknya mendorong bagaimana pertumbuhan sektor pertanian dan perikanan bisa ditingkatkan di Kepulauan Mentawai. Menurut dia, sektor perikanan, Mentawai juga salah satu pengekspor ikan kerapu ke luar negeri. Kemudian di sektor pertanian bagaimana Mentawai bisa juga menjadi sentral kelapa.

“Kemarin itu, sewaktu saya bersama rombongan melalukan ekspedisi ke Pulau Beriloga Sabeu menggunakan Jet Ski. Masyarakat ada yang minta dibantu. Saya kira mau minta apa, ternyata minta bibit kelapa. Nah, Mentawai memang sangat cocok dengan tanaman kelapa. Makanya kita juga sediakan bibit kelapa untuk ditanam oleh kelompok tani nantinya,” ujarnya.
Selain melaksanakan kegiatan Rakor Pemkab dan Pemko se-Sumbar, Gubernur Mahyeldi dan Wagub Audy Joinaldy juga menggelar acara pelepasan purna tugas Bupati Kepulauan Mentawai yang masa jabatannya berakhir pada 22 Mei 2022 mendatang. Kegiatan tersebut, rencananya diselenggarakan di Hotel Bujai, pada Senin, (7/3), malam.

Bupati Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet sangat mengapresiasi atas kunjungan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar tersebut. Menurut dia, selama ini, Mentawai barangkali hanya dilihat melalui peta atau aplikasi, namun, kali ini dapat disaksikan langsung oleh Gubernur. Menurut dia, beginilah kondisi daerah Kepulauan Mentawai sesungguhnya.
“Terimakasih pak Gubernur dan pak Wakil Gubernur di tengah-tengah kesibukannya masih berkenan meluangkan waktu untuk hadir ke Mentawai. Ini juga suatu kehormatan bagi saya pribadi, diakhir masa jabatan saya sebagai Bupati, pak Gubernur masih mau berkunjung ke Mentawai dan melihat kondisi masyarakat Mentawai,” ungkapnya.
Menurut dia, sebagai satu-satunya daerah Kepulauan di Provinsi Sumatera Barat, masih banyak kekurangan di sana-sini.

Apalagi, dengan kondisi luasnya wilayah Mentawai dari ujung utara Pulau Siberut hingga ujung Selatan Pulau Pagai yang keseluruhan membutuhkan akses transportasi laut. Bila dibandingkan dengan daerah daratan, luas wilayah kerja Mentawai mencapai 2 Kabupaten bahkan, hingga 3 Kabupaten yang ada di Sumatera Barat.

“Mentawai itu sangat luas. Kalau pak Gubernur datang ke Tuapejat. Itu baru hanya sampai di pusat ibukota Kabupaten saja. Di Pulau Sipora ini ada 2 Kecamatan. Nah, untuk ke Pulau Siberut dan Pulau Pagai Utara- Selatan kita harus menyeberang laut kembali yang memakan waktu 2 sampai 3 jam yang hampir jarak Tuapejat-Padang. Nah, sekarang pak Gubernur sudah hadir di Pulau Sipora. Terimakasih pak, atas kunjungannya,” pungkasnya.

(Mesra Sarumaha)

https://youtu.be/fXMJnTvvFXk

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini