Jumat, 5 Juni 2026

Usulan Warga Tak terealisasi, Ada Politik Anggaran yang Merugikan Masyarakat

Photo Author
Elya Yudi, Nawacita Post
- Minggu, 20 Februari 2022 | 16:34 WIB

Surabaya NAWACITAPOST - Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. Istilah tersebut layak disematkan untuk kegiatan yang dilakukan wakil ketua DPRD Kota Surabaya, AH Thony dalam menjalankan masa resesnya.


Karena selain menyerap aspirasi masyarakat Mulyorejo dan Tenggilis Mejoyo, Politisi partai Gerindra ini juga mensosialisasikan pembuatan Perda Kemajuan Kebudayaan, Kejuangan dan Kepahlawanan Surabaya yang diinisiasinya.


Ide Perda ini menurut Thoni, didasari dari hasil pengamatannya bahwa Surabaya sebagai kota Pahlawan, kurang sekali adanya simbol-simbol budaya dan kepahlawanannya.


" Seperti nama nama wilayah yang pastinya dulu ada ceritanya, dan banyak masyarakat yang belum paham cikal bakal nama Panjang Jiwo, Mulyorejo, Tenggilis mejoyo dll, " Ucapnya di Cleo Hotel Jemursari Surabaya, Minggu 20 Februari 2022.


“Raperda itu nantinya bertujuan memberi landasan hukum bagi pemeliharaan dan pemanfaatan objek-objek kebudayaan, kejuangan dan kepahlawanan yang dapat memberi nilai pendidikan, kesejahteraan, dll bagi masyarakat luas," Ucapnya.


Disini ia berharap kepada masyarakat kota Surabaya untuk ikut berkontribusi membantu mengumpulkan data-data terkait kebudayaan, kejuangan dan kepahlawanan.


Dalam upaya memudahkan masyarakat membantu pengumpulan data, Alumnus Fisip UGM '94 ini membuat terobosan dengan membuat Google Form yang bisa diakses seluruh lapisan masyarakat.


“ Setelah data terkumpul, nanti bisa kita pilih mana yang bisa kita follow Up secara langsung dan mana yang masih membutuhkan data lain,” Ucap AH. Thony.


Terkait kebudayaan, ia juga berharap di Perda ini kembali mengingatkan budaya lokal seperti permainan permainan tradisional teklek, engrang dll yang mungkin sudah terlupakan oleh generasi saat ini.


Selain mengangkat budaya, kegiatan ini juga akan mengangkat masyarakat dari sisi ekonomi.


“Masyakat bisa membuat festival enggrang di kota Surabaya. Bahkan nanti akan membuat ruang industri engrang yang lebih kreatif maka masyarakat bisa mendapatkan nilai ekonomi," ucapnya.


Beberapa aspirasi warga juga sempat tercatat saat itu, diantaranya dalam hal pendidikan, usulan pembangunan fisik dll.


" Kami sudah membentuk lembaga pendidikan gratis bagi anak anak yang kurang beruntung. Mohon dukungannya dari lembaga Dewan agar kedepan lebih banyak siswa siswi yang dapat kita bantu, " Ungkap Andrew Kurniawan salah satu tokoh masyarakat Mulyorejo.


Kami juga berharap, agar guru guru PAUD di kampung bisa diberikan insentif yang lebih layak, mengingat tugas mereka juga lumayan berat, ucapnya.

Halaman:

Editor: Elya Yudi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini