Mentawai, NAWACITAPOST - Bus Damri yang melayani Tuapejat-Rokot dan Kapal penyebrangan perintis yang dipromotori oleh Angkutan Sungai Dan Penyebrangan untuk layanan antar-pulau di Kepulauan Mentawai diresmikan akhir pekan kemarin oleh Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) wilayah III Sumbar, Deni Kustiana. Layanan ini, diperuntukkan untuk mendukung transportasi masyarakat khususnya di daerah 3T yang masih terkendala sarana transportasi.
“Ini adalah bentuk dukungan Pemerintah terhadap daerah yang masih terkendala sarana transportasi. Bantuan sarana ini, tidak saja bagi daerah 3T seperti Mentawai, di daerah Provinsi Banten yang masih terkendala sarana transportasi juga masih mendapatkan bantuan serupa,” ungkap Deni Kustiana dalam sambutannya di halaman kantor Bupati.
Dia juga mengatakan, bahwa, bantuan sarana transportasi tersebut, juga diharapkan dapat memancing sektor swasta dalam mengembangkan transportasi di Kepulauan Mentawai. Untuk saat ini, kata dia, pemerintah bekerjasama dengan BUMN memfasilitasi sarana tersebut.
-
Dia juga menyebutkan, seluruh biaya operasional bus Damri dan layanan penyebrangan Perintis ditanggung oleh pemerintah pusat melalui dana Dipa perhubungan Sumbar dengan anggaran lebih kurang sebesar Rp 400 juta. Saat ini, kata dia, untuk mendukung transportasi darat di Tuapejat disediakan 2 unit bus Damri.
“Kita melihat layanan cukup optimal. Tidak hanya membantu transportasi masyarakat, namun, juga untuk transportasi pelajar atau anak sekolah. Rata-rata setiap penumpang bus mencapai 45 orang per hari dengan harga tiket Rp 6000. Ke depan, kita lihat perkembangannya, jika diperlukan juga akan dibuka layanan untuk di pulau-pulau lainnya di Mentawai,” ungkapnya.
Bupati Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet mengatakan, bahwa, salah satu solusi untuk melepas predikat daerah 3T, yakni, terbukanya akses dan dukungan sarana transportasi. Selama ini, kata dia, akses dan sarana transportasi di Mentawai betul-betul sangat terbatas.
-
Kepala Dinas Perhubungan Kepulauan Mentawai, Tohapmaratua Nababan mengatakan, bahwa, selama ini, layanan transportasi di Kepulauan Mentawai masih sangat terbatas. Baik di darat maupun di laut. Dengan adanya layanan penyebrangan Perintis setiap Senin dan Jumat yang melayani penyebrangan antar-pulau diharapkan dapat mendukung akses transportasi masyarakat. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi masyarakat juga diharapkan dapat meningkat. (Saohagolo)
https://youtu.be/uXi5qkWAgEM