Surabaya NAWACITAPOST - Setelah melalui beberapa pertimbangan dan kebutuhan, para Alumni Universitas 17 Agustus Surabaya membentuk suatu wadah yang dinamai Paguyuban Alumni Untag Surabaya (PAUS) 17.
Yakub Eko Setiawan, Ketua terpilih menjelaskan PAUS 17 dibentuk sebagai wadah sosial untuk memfasilitasi kegiatan para alumni Untag.
PAUS 17 akan mensinergikan keinginan dan kepedulian dari alumni ke alumni berkegiatan sosial. “Kami mendukung almamater kami. Tapi, kita berkegiatan diluar keorganisasian alumni,” terang Yakub usai Launching PAUS 17, Minggu 21 November 2021 di Empire hotel jalan Blauran Surabaya.
Paguyuban Alumnus Untag Surabaya (PAUS) 17, menurut Yakub baru dicetuskan sekitar dua bulan yang lalu, dengan berbekal minat dan dukungan dari 2500 alumni sangat luar biasa dan tersebar se-Nusantara, yang kemudian akan dikolaborasi.
“ Nantinya, kita akan membuat rancangan kinerja yang membuat bidang-bidang sesuai harapan alumni itu sendiri,” jelas Yakub.
Ia pun berharap, kedepan PAUS akan berkolaborasi untuk membuat suatu jaringan dengan perusahaan swasta maupun instansi pemerintahan.
“Dari situ, kami bisa bersinergi dan memfasilitasi para alumni untuk urusan pekerjaan atau bekerjasama di bidangnya masing-masing,” harap Yakub.
Sementara itu, Nucky Adi Nugroho salah satu penggagas menerangkan bahwa inti dari visi dan misi PAUS 17 adalah dari Alumni ke Alumni.
“Kita tidak membedakan itu alumni S1, atau tidak lulus, mereka lulus S2, S3, ataupun seandainya mereka lulusan S4 pun kita tidak membedakan,” terang Nucky dengan sedikit gurauan.
“Karena kita ingin berkumpul dan berkegiatan sosial bersama, guyub dan bersama-sama menuju kearah yang lebih baik. Intinya dari alumni untuk alumni. Jadi visi dan misi kita ada disitu,” pungkasnya.
Berikut kesan dan pesan dari perwakilan Alumni UNTAG :
1. DR. Mas Subagyo Eko Prasetyo, SH, M.Hum (Perwakilan Alumni S3 UNTAG)
Hubungan ini harus bersama-sama dipupuk dan dibangun secara berjejaring, agar kita dapat berperan serta dalam penentuan jenjang-jenjang karir di pemerintahan maupun Perusahaan-perusahaan besar.
Untuk UNTAG Surabaya, dosen salah satu universitas Nasional di Jakarta ini berharap agar bisa mempertahankan akreditasi A, sehingga alumni-alumninya mampu bersaing dengan Alumni universitas lainnya.
2. Dr. Drs. Basa Alim Tualeka, M.Si. (Perwakilan Alumni S3 UNTAG)
PAUS 17 ada untuk menyelesaikan permasalahan di internal dan eksternal. "Maka dari itu, PAUS merangkul semua Alumni, " Ujar Ketua Kadin Jatim ini.
Perguruan tinggi swasta seperti UNTAG dalam kiprahnya tergantung dengan jaringan. Nah, jaringannya ada dari Alumni.
Kiprah Alumni UNTAG di Jawa Timur sungguh luar biasa. Terbukti hampir 60 persen Sekretaris Daerah lulusan dari UNTAG seperti Pak Rasio (mantan Seksaprov Jatim), termasuk beberapa kepala dinas yang ada di kabupaten/kota.
Lulusan UNTAG bisa ditempatkan dimana saja ditengah-tengah masyarakat. Bisa jadi pengusaha, pakar hukum, Birokrat, Politisi, dll.
" Maka dari itu, lulusan UNTAG harus menjaga nama baik UNTAG, harus menjaga silaturahim dan harus bisa menunjukkan ke masyarakat bahwa kita bisa melakukan apa saja, " Tegasnya.
" Orang Lain Bisa, PAUS Pasti Bisa !" Pekiknya.
Semoga PAUS tidak berhenti hanya di deklarasi. " PAUS harus selalu hadir, memberikan dampak positif di masyarakat, " Harapnya.
3. Tagor William Sahala Panjaitan, SE., MM (Perwakilan Alumni S2 UNTAG)
PAUS 17 diharapkan menjadi wadah alumni terbaik, bermanfaat bagi anggota dan lingkungannya.
Ia berpesan agar dalam setiap masalah internal, PAUS dapat menyelesaikan lewat komunikasi internal. " Jangan sampai masalah internal dibicarakan di media sosial, sehingga tidak selesai malah semakin besar, " Ucapnya.
" Kalau kita sayang da cinta terhadap kampus UNTAG, mari kita berjiwa besar dan dewasa. Siapa lagi yang menjaga kampus UNTAG, kalau bukan kita sendiri, " Pesannya.
4. Saiful Rizal, SH., M.Kn (Perwakilan Alumni S1 Hukum UNTAG)
Kegiatan PAUS 17 wajib ditingkatkan lagi dan jika perlu akan dilegalkan menjadi sebuah perkumpulan.
5. Joko Sutarto
Deklarasi PAUS 17 merupakan momen yang luar biasa.
" Di dunia ini tidak ada sesuatu yang terjadi karena kebetulan dan sia-sia, karena semua yang terjadi adalah izin Tuhan Yang Maha Esa. Begitu juga Deklarasi PAUS 17 adalah seijin-Nya, " Katanya.
Maka dari itu, Joko berpesan khususnya kepada pengurus PAUS 17, " Jangan sekali-sekali paguyuban ini dipakai untuk hal-hal yang tidak terpuji, " Pesannya.
" PAUS 17 harus diisi dengan kegiatan positif sesuai visi dan misi, dari Alumni untuk Alumni, " Tegasnya. (BNW)
Editor: Elya Yudi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Terkini
Rabu, 3 Juni 2026 | 21:32 WIB
Rabu, 3 Juni 2026 | 19:23 WIB
Rabu, 3 Juni 2026 | 13:26 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 18:58 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 15:47 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 11:15 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 07:51 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:23 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:10 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:09 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:09 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:09 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:09 WIB
Jumat, 29 Mei 2026 | 13:53 WIB
Kamis, 28 Mei 2026 | 19:51 WIB