Menurutnya Anies Baswedan tidak boleh mengizinkan untuk digelarnya rencana reuni Persaudaraan Alumni 212 yang akan digelar pada Desember 2021 mendatang. Ia menilai, jika reuni dilaksanakan akan membuka kluster baru Covid-19 di Jakarta, pasalnya saat ini Jakarta sudah memasuki tahap Level 1 PPKM.
"Kalau memang Anies Baswedan masih mau berpikir waras, berpikir sehat terhadap Jakarta supaya tidak menjadi klaster baru Covid-19," kata Ferdinand, Minggu (14/11/2021).
Baca Juga : Cucu Jokowi Jan Ethes Robohkan 3 Lawan Hingga Raih Medali Emas
Ketua Yayasan Keadilan Masyarakat Ferdinand Hutahaean disamping mengingatkan Anies, Ia meminta kepada aparat kepolisian untuk mengeluarkan pernyataan tegas untuk rencana reuni akbar 212 yang bakal digelar di tengah pandemi.
"Saya berharap juga dari Polri ada statement tegas supaya kelompok-kelompok ini tidak merasa dirinya menjadi sangat kuat seolah-olah bisa bebas melakukan apa saja di Republik ini," lanjutnya.
Baca Juga : Penutupan Peparnas XVI Papua, Jokowi : Torang Hebat
Sebagai informasi, sebelumnya Wasekjen Persaudaraan 212, Novel Bamukmin mengabarkan bahwa pihaknya berencana untuk menggaelar reuni akbar 212 pada 2 Desember 2021 mendatang di Monas. “Insyaallah tetap jadi reuni akbar 212 dan untuk tempat seperti biasanya di Monas,” kata Novel Bamukmin.
Terkait isu ini, belum ada tanggapan dari Anies Baswedan selaku Gurbernur DKI Jakarta apakah memberi izin atau justru menindak tegas rencana reuni akbar tersebut. Menurut Politikus Partai Solidaritas Indonesia, Muhammad Guntur Romli bungkamnya Anies adalah karena ada keterikatan antara FPI dengan Anies Baswedan.
“Hubungan Anies Baswedan dengan Gerombolan 212 tak terbantahkan selama ini, tapi ketika FPI sudah dibubarkan dan Rizieq masuk penjara, dia mau bikin citra baru, Wagub diminta urus 212, dia melipir-melipir ke NU, ini cara licik Anies,” ujar Guntur Romli di akun Twitter-nya, Sabtu (13/11/2021).
Simak informasi menarik lainnya di Youtube NAWACITA TV
https://youtu.be/AhY0UvYTRRo