Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal. “Akibat deformasi atau patahan pada lempeng Indo-Australia di luar zona subduksi (outer rise),” katanya melalui keterangan tertulis, Selasa (2/11/2021).
Bersasarkan analisis sumber bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault). Pusat atau episenter gempa terletak pada koordinat 0,16 derajat lintang utara dan 96,55 derajat bujur timur. Lokasinya berada di laut kedalaman 18 kilometer, berjarak sekitar 139 kilometer arah barat daya Kota Lahomi, Nias Barat, Sumatera Utara.
Baca Juga : Bahasan Jokowi dan Presiden Biden, Dari Ekonomi Hingga Pandemi
Akibatnya hingga wilayah Nias Barat, Kepulauan Mentawai, Nias Utara, dan Nias Selatan merasakan guncangan dengan skala intensitas III-IV MMI. Getaran di dalam rumah seperti ada truk yang melintas hingga membuat dinding dan lantai terasa berpindah dan pintu juga jendela seperti bergericik.
Bukan hanya di Nias, gempa juga terasa hingga Aceh, Singkil dengan skala III MMI. Sementara di Gunung Sitoli dalam skala intensitas II-III MMI, dan Pak Pak Barat II MMI, atau gempa hanya dirasakan sebagian orang. Sejauh ini belum ada laporan dampak kerusakan akibat gempa yang tidak berpotensi tsunami itu. Dari hasil pemantauan BMKG hingga pukul 00.40 WIB, tercatat sekali gempa susulan bermagnitudo 3,4.
Kondisi saat ini, belum ada kabar mengenai kerusakan dan kerugian material maupun adanya koprban jiwa dalam bencana alam tersebut.
Simak informasi menarik lainnya di NAWACITA TV
https://youtu.be/RUj9Ue4pMwE