> Juga Pimpin Ribuan Santri-Santriwati Lantunkan Salawat Roqotta Aina
JAKARTA, NawacitaPost.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengecek pelaksanaan vaksinasi untuk santri di Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin Ketapang Kota Probolinggo, pada Jumat (29/10).
Pelaksanaan vaksinasi di Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin menyasar santri dan warga sekitar pondok pesantren dengan target vaksinasi sebanyak 1.450 orang.
Mengawali naik podium, Menko PMK mengajak seluruh santri untuk yang hadir mengikuti lantunan Salawat Roqotta Aina. "Ayo ikuti. - Assalamualayka ya Ya Rasulallah
Yaa Rasulallah...
Raqqat ‘ainaya shawqan, wa li Taibata tharafat ‘ishqan..." lantun Muhadjir diikuti secara massal oleh para santri. Dengan fasih Muhadjir melanjutkan lirik salawat yang dipopulerkan Maher Zen itu . Sampai tuntas hingga sekitar 3 menit.
Awalnya yang mengikuti santri laki laki. Setelah salat Jumat di bagian lain pondok giliran santriwati diajak salawat massal diiringi rebana.
Dalam sambutannya, Menko PMK mengajak para santri vaksin agar betul-betul aman saat belajar dan mendalami ilmu. Dia mengatakan, vaksin merupakan salah satu cara untuk mengatasi Covid-19.
Dia mendapatkan cerita bahwa masih banyak kalangan orang tua santri yang takut divaksin. Alasan utama, latar belakang orangtua santri yang mayoritas berasal dari desa dan belum memahami manfaat vaksin sehingga termakan isu-isu yang tidak benar, seperti isu vaksin membawa penyakit, memperpendek umur, dan membuat tidak bisa memiliki anak.
Karena itu, dia meminta kepada para santri mengajak keluarganya dan orangtua untuk ikut vaksin.
"Vaksin ini InsyaAllah aman dan halal. Mohon kalau ada keluarganya, orang tuanya, adiknya, kakaknya, yang belum vaksin, ini tugas para santri untuk mendorong mereka ikut vaksin," ujarnya.
Menko PMK juga berpesan kepada para santri untuk mengembangkan kemampuan, berpikir kritis, kreatif, kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, dan percaya diri.
"Saya yakin kalau itu dimiliki semua dan ilmu di pondok pesantren ini sudah cukup, saya yakin tinggal bagaimana ini dimanfaatkan ke depan," tuturnya.
Kunjungan meninjau vaksinasi itu didampingi Wali Kota Hadi Zainal Abidin yang juga pemangku pesantren terbesar di Kota Probolinggo itu.
Yang menarik, dalam vaksinasi massal di bagian santriwati dipasang spanduk mencolok: Kami Siap Divaksin Dua Kali, Tapi Saya Tidak Siap Diduakan. (FN).
Editor: Famati Ndruru
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Terkini
Rabu, 3 Juni 2026 | 21:32 WIB
Rabu, 3 Juni 2026 | 19:23 WIB
Rabu, 3 Juni 2026 | 13:26 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 18:58 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 15:47 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 11:15 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 07:51 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:23 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:10 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:09 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:09 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:09 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:09 WIB
Jumat, 29 Mei 2026 | 13:53 WIB
Kamis, 28 Mei 2026 | 19:51 WIB