"Hujan es ini berasal dari awan cumulonimbus dengan cakupan luasan 3 hingga 5 kilometer," kata Kasi Data dan Informasi BMKG Klas I Juanda Sidoarjo Teguh Tri, Senin (18/10/2021).
Teguh menjelaskan biasanya fenomena hujan es terjadi dalam waktu cepat, dengan durasi antara 3 hingga 5 menit. Penyebabnya adalah aliran udara (updraft) yang kuat naik dengan awan cumolonimbus sehingga mengakibatkan awan tumbuh dengan menjulang tinggi lebih dari 5 km.
Simak berita viral di TikTok NAWACITA, klik Disini
"Ketika uap air dari bagian bawah awan tertarik ke atas melewati lapisan titik beku atau freezing level, maka terjadi pengembunan secara tiba-tiba," papar Teguh.
Kemudian terjadi pembentukan es dengan ukuran besar, kemudian jatuh ke darat dan luruh hingga berubah ukurannya.
Baca Juga : Gebyar Akhir Tahun ! Nawacita TV Gelar Kontes Berhadiah Jutaan Rupiah
Sebagai informasi Hujan es merupakan fenomena alami yang sebenarnya sudah biasa terjadi. Hujan es biasanya berupa bongkahan es besar, hanya saat sudah turun di dataran rendah akan mencair bersama hujan air lebat.
Diketahui dampak dari hujan es terparah yakni dapat merusak rumah, akses jalan, kendaraan, pesawat, dapat merusak fasilitas, bahkan kematian bagi manusia karena benturan atau cedera.
Simak informasi menarik lainnya di youtube kami !
https://youtu.be/6HBurWo4OEE