Jumat, 5 Juni 2026

Masyarakat Mengeluh, Dewan Desak Inspektorat Pemkot Surabaya Periksa Layanan di RS BDH

Photo Author
Elya Yudi, Nawacita Post
- Jumat, 6 Agustus 2021 | 00:16 WIB

Surabaya NAWACITAPOST - Dewan mendesak Inspektorat Kota Surabaya untuk memeriksa layanan di rumah sakit umum daerah (RSUD) Bhakti Dharma Husada (BDH).


Pasalnya, beberapa warga menilai layanan di rumah sakit milik Pemkot Surabaya tersebut kurang baik.


“Jelas kami sangat prihatin dan menyesalkan adanya kejadian pelayanan yang kurang baik di RSUD BDH. Agar masalah ini bisa selesai, Inspektorat harus turun melakukan pemeriksaan. Dengan pemeriksaan itu, akan ketahuan siapa yang salah dan tidak profesional kerjanya,” ujar salah seorang anggota Komisi A DPRD Surabaya, Imam Syafi’i, saat dikonfirmasi Tim Hallo Indonesia, Kamis 5 Agustus 2021 melalui sambungan selularnya.


Sebelumnya, di beberapa media memberitakan bahwa ada keluarga pasien Covid-19 asal Kelurahan Made, Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya menyesalkan pelayanan buruk RSUD BDH hingga pasien atas nama Handito meninggal dunia.


" Pelayanan perawat di RSUD tidak menjunjung profesionalisme karena mengucapkan pernyataan yang tidak etis kepada pasien, hingga membuat down mental si pasien," ungkap Imam Syafi'i menirukan ucapan keluarga Handito.


Berdasarkan percakapan WhatsApp pasien dengan keluarga sebelum Handito meninggal dunia, perawat bilang jika pasien sudah sesak nafas biasanya sebentar lagi akan meninggal.
Pernyataan dari perawat tersebut akhirnya membuat pasien takut dan down mentalnya, dan minta untuk dipindah ke rumah sakit lain, sebelum akhirnya pasien yang terkonfirmasi positif tersebut meninggal dunia. Keluhan itu belum termasuk soal pelayanan dari nakes yang dinilai sangat lambat.


Imam Syafi’i mengakui, jika kerja tenaga kesehatan (nakes) saat ini sangat berat. Beban tugas yang dihadapi sangat over seiring adanya pandemi Covid-19. Namun meski begitu, tugas yang dihadapi itu berurusan dengan nyawa seseorang. Jika lengah sedikit akan berdampak buruk pada pasien.


Politisi Partai Nasdem ini menyebut, urusan nyawa memang menjadi takdir Tuhan. Namun pelayanan yang buruk dan keteledoran nakes akan mempercepat seseorang menemui ajalnya.


“Agar kondisi ini tidak terulang, kami mendesak Inspektorat untuk turun. Apalagi kasus ini sudah mencuat di media. Sehingga harus diusut tuntas,” tutur mantan jurnalis media besar di Surabaya ini.


Menurut Imam Syafi’i, pemeriksaan dari Inspektorat ini harus dilakukan agar ada perbaikan layanan di RSUD BDH. Sebab dirinya juga sering mendengar keluhan serupa. Jika sudah dilakukan pemeriksaan, tentunya Inspektorat memiliki rekomendasi dan sanksi.


“Keluarga pasien yang meninggal dunia sudah ikhlas. Namun pihak keluarga ingin agar kejadian yang dialami mereka tidak terjadi pada keluarga lainnya. Kita sering rapat dengan Inspektorat, ada atau tidak ada laporan dari masyarakat, Inspektorat bisa follow up jika ada yang tidak baik di Pemkot Surabaya,” ujarnya.


Imam Syafi’i mengaku siap mendampingi jika ada masyarakat membutuhkan pendampingan untuk lapor ke Inspektorat. Tidak hanya layanan di rumah sakit, tapi semua pelayanan pemerintah di lingkungan Pemkot Surabaya yang dinilai buruk.


“Saya mendorong masyarakat yang mendapat pelayanan buruk di tempat-tempat pelayanan pemerintah berani melapor. Baik ke Inspektorat, ombudsman maupun ke kepolisian kalau ada unsur pidananya. Biar ada sanksi terhadap pelakunya sehingga ada efek jera. Juga kejadian serupa tidak terulang lagi,” pungkasnya. (***)




Editor : E. Yuddy Irawan


Editor: Elya Yudi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini