Kamis, 4 Juni 2026

Bolehkah Gunakan Dua Merk Vaksin Berbeda ? Simak Penjelasan Pakar

Photo Author
Reski kurnia, Nawacita Post
- Selasa, 13 Juli 2021 | 14:42 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - Saat ini, vaksin COVID-19 masih terus didistribusikan ke seluruh masyarakat Indonesia. Pemberian vaksin ini merupakan solusi yang dianggap paling tepat untuk mengurangi jumlah kasus infeksi virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit COVID-19.

Organisasi Kesehatan dunia (WHO) menghimbau kepada seluruh masyarakat dunia untuk tidak mengganti atau mencampur merk Vaksin yang digunakan saat melakukan vaksinasi dosis kedua. Kepala Tim Ilmuwan WHO, Soumya Swaminathan menyatakan pencamuran merk vaksin yang berbeda adalah 'tren berbahaya'.

"Ada tren yang berbahaya saat ini. Kita saat ini belum memiliki bukti soal mencampur dan mencocokkan [vaksin beda merek]," ujar Soumya, dalam sebuah pertemuan daring, melansir Reuters.

Berdasarkan keterangannya juga belum ada riset membuktikan bahwa mencampur 2 merk yang berbeda saat vaksinasi dosis 1 dan 2 adalah sebuah bahaya atau manfaat.

"Belum ada cukup bukti. Kita belum tahu manfaat dan efek sampingnya kalau diberikan demikian," ujar Iris saat wawancara dengan media.

Perlu diketahui, Vaksinasi atau imunisasi bertujuan untuk membuat sistem kekebalan tubuh seseorang mampu mengenali dan dengan cepat melawan bakteri atau virus penyebab infeksi. Tujuan yang ingin dicapai dengan pemberian vaksin COVID-19 adalah menurunnya angka kasus positif virus Corona.

Terlepas dari hal itu, sebenarnya bolehkah menggunakan vaksin beda merek?

Oxford University melakukan sebuah penellitian soal hal ini, hasilnya adalah mereka menemukan bahwa dengan menggabungkan dua vaksin Covid-19 yang berbeda merek dapat memberikan perlindungan yang baik bagi tubuh untuk melawan virus corona.

Disamping itu, beberapa negara juga mencoba menggabungkan penggunaan dua merek vaksin berbeda. Soumya menegaskan bahwa sejauh ini belum ada bukti cukup untuk merekomendasikan pemberian vaksin beda merek. Hingga saat ini, WHO masih menganjurkan penggunaan vaksin yang sama.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan alergi imunologi, Iris Rengganis juga mengungkap hal yang sama. Bahwa masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui khasiat dan keamanan dari pemberian dua vaksin dengan merek berbeda saat vaksinasi dosis 1 dan 2.

 

 

Editor: Reski kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini