Kamis, 4 Juni 2026

Dewan Komisi D : Pemkot Wajib Tambah Armada Ambulans

Photo Author
Elya Yudi, Nawacita Post
- Senin, 12 Juli 2021 | 19:48 WIB

Surabaya NAWACITAPOST - Peningkatan penularan COVID-19 dikota Surabaya belum bisa direda. Terbukti setiap hari, puluhan bahkan bisa ratusan warga minta pelayanan di 112 terkait kasus Covid, terutama layanan ambulance untuk antar jemput pasien maupun jenazah.


Kurangnya kebutuhan sarana dan prasarana ini jelas menjadi kendala yang wajib dicarikan solusi oleh pemerintah kota Surabaya, terutama untuk gugus tugas, Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Sosial (Dinsos) sebagai garda depan dalam penanganan Covid-19 di kota Pahlawan ini.


Untuk masalah ketersediaan Rumah Sakit Isolasi, pemerintah kota sudah membuat terobosan dengan dibukanya RS Lapangan Tembak (RSLT) di jalan Kedung Cowek Surabaya. Meski bukan untuk pemeriksaan pasien, namun RS ini akan sangat diperlukan guna menampung jumlah pasien rujukan Covid dari RS Soewandi.


Per hari ini pun, pemerintah kota Surabaya juga membuka lebih dari 50 Puskesmas untuk buka 24 jam, karena kasus kematian saat ini di Surabaya sudah mencapai 120 - 180 jiwa/hari.


Melihat situasi dimasyarakat, yang masih menjadi kendala saat ini adalah kurangnya armada ambulance beserta personilnya.


" Hampir setiap hari kami mendapatkan banyak keluhan terkait Penjemputan oleh Ambulans Jenazah Dinsos melalui Call Center 112 dimana waktu tunggunya bisa sampai empat jam lebih," Kata Khusnul Khotimah, ketua Komisi D DPRD kota Surabaya melalui sambungan selularnya, Senin, (12/7/21)




Khusnul Khotimah, Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya

Politisi PDI Perjuangan ini menganggap pelayanan Ambulans Jenazah sebagai fokus permasalahan yang harus dicarikan solusi bersama. Ia melihat bahwa keterbatasan jumlah Armada dan sopir menjadi salah satu kendala sehingga performa pelayanan kurang responsif ditengah pandemi.


Oleh karena itu Khusnul mengusulkan agar Pemerintah Kota Surabaya menambah jumlah Armada dan memperbaiki Ambulans Jenazah yang rusak.


" Kami meminta Pemkot Surabaya bisa menambah jumlah Armada dan melakukan perbaikan Ambulans yang rusak supaya bisa dioptimalkan melayani warga sehingga waktu tunggu tidak lama," ungkapnya.


Dari info yang diterimanya, Khusnul mengakui Pemerintah Kota Surabaya telah menerima pinjaman lima unit ambulans dari Organisasi pengusaha muda, Junior Chamber Internation (JCI) Chapter East Java dan merencanakan 126 Orang Relawan Surabaya Memanggil untuk menjadi Sopir Ambulans. Namun hal ini masih dirasa kurang, mengingat banyaknya kebutuhan angkutan pasien maupun jenazah yang ada.


Terkait kepastian jumlah ambulans di Dinkes maupun Dinsos, Khusnul mengaku belum mengetahui secara pasti dan berjanji akan mencoba mencari informasi kepada stakeholder yang bersangkutan.


Terhitung pada hari Senin (12/7) akumulasi infeksi covid 19 di Kota Surabaya mencapai 26.101 orang , dengan pasien aktif dalam perawatan sebanyak 963 Orang. Pemakaman jenazah dengan Prokes Covid menjadi permasalahan tersendiri bagi pemerintah kota Surabaya karena cukup banyak warga yang isoman dirumah lalu meninggal, namun disisi lain jumlah armada ambulans dinsos beserta tenaganya sangat terbatas.


Per hari ini pun, Puskesmas buka 24 jam, untuk itu bila ada warga yang merasa sakit segera dibawa ke Puskesmas agar dilakukan tes swab antigen secepat mungkin.
Karena kasus kematian saat ini di Surabaya 120 - 180/hari.(BNW)

Editor: Elya Yudi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini