Kamis, 4 Juni 2026

Tingkatkan Ketrampilan, Puluhan Pemuda Tegalsari Ikuti Pelatihan Konstruksi

Photo Author
Elya Yudi, Nawacita Post
- Selasa, 29 Juni 2021 | 17:17 WIB

Surabaya NAWACITAPOST - Puluhan pemuda dari kelurahan Tegalsari, kec. Tegalsari - Surabaya mengikuti pelatihan konstruksi baja ringan yang diselenggaarakan oleh Dinas Tenaga kerja (Disnaker) kota Surabaya.


Bertempat di Balai RW06 kelurahan Tegalsari, Selasa (29/6/21), pelatihan ini atas kerjasama Disnaker Surabaya dengan HAPI (Himpunan Aplikator Indonesia) selaku lembaga pelatihan kerja untuk para aplikator.


Mewakili Lurah Tegalsari, ketua LPMK Muzan Thoib dalam sambutannya menyatakan bahwa agenda ini bertujuan berbagi ilmu dan pengetahuan sehingga bisa saling melengkapi antara dunia usaha dengan pencari kerja. Dan harapannya bisa dipergunakan sebagai bekal kesuksesan kedepan.




Ketua LPMK kelas. Tegalsari, Muzan Thoib saat membuka acara pelatihan konstruksi yang diikuti puluhan pemuda kel. Tegalsari, Selasa (29/6/21)

" Mari jadikan momen pelatihan ini sebagai awal dari sesuatu yang baik kedepannya," Pesan Thoib kepada peserta pelatihan.


Sesuai program Walikota Surabaya, Thoib juga berharap, kedepan semua pembangunan, khususnya program Rutilahu di wilayah kelurahan Tegalsari dapat dikerjakan oleh masyarakat setempat.


Dalam paparannya, dua narasumber dari PT. Sunrise Steel (perusahaan produksi baja ringan merk Zinium) dan PT. Kepuh Kencana Arum (perusahaan produksi baja ringan merk Kencana dan Vivo), menyampaikan bahwa pelatihan kali ini dikhususkan untuk aplikator baja ringan yang meliputi informasi dan pengenalan berbagai produk serta pemanfaatannya sebagai produk terbarukan dalam bidang konstruksi bangunan rumah dan infrastruktur.




-
Jomes Steven, salah satu narasumber pelatihan warga Tegalsari, saat paparan tentang beberapa produk baja ringan, Selasa (29/6/21)

Selain informasi, para aplikator juga diberikan bimbingan teknis bagaimana cara pengaplikasian atau penggunaan baja ringan secara benar.


" Baja ringan adalah produk terbarukan yang selalu kami sosialisasikan untuk menggantikan produk dari bahan-bahan alam yang hampir punah, seperti kayu, bata, genteng, dll," terang narasumber. (BNW)

Editor: Elya Yudi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini