Kamis, 4 Juni 2026

Ini Motif Lekagak Telenggen Lakukan Aksi Brutal Teror di Beoga dan Ilaga

Photo Author
Ayu Yulia Yang, Nawacita Post
- Sabtu, 15 Mei 2021 | 23:33 WIB
Papua, NAWACITAPOST - Kelompok Teroris Lekagak Telenggen sejak awal tahun 2021 melakukan serangkaian aksi teror di Kabupaten Puncak, Papua. Tidak hanya merusak fasilitas pendidikan, rumah guru dan rumah warga. Kelompok Teroris ini juga menembak mati guru, pelajar, warga sipil, hingga aparat keamanan TNIPolri dan membakar sebuah helikopter. Aksi brutal Kelompok Lekagak Telenggen bermula pada 8 April. Kala itu, anak buahnya menembak seorang guru bernama Oktovinus Rayo di Distrik Beoga.
BACA JUGA: Hilarius Duha dan Firman Giawa Resmi Kepala Daerah Nias Selatan, Pegiat Organisasi Minta Fokus Isu Besar

Keesokan harinya, 9 April, Kelompok Teroris ini kembali menembak mati guru Yonathan Rande yang hendak mengambil terpal untuk menutup peti jenazah guru Oktovianus Rayo. Kelompok teroris ini juga membakar tiga bangunan sekolah, dari SD, SMP hingga SMA di Distrik Beoga. Anak buah Lakagak Telenggen pada 11 April juga membakar sebuah helikopter yang terparkir di Bandara Aminggaru, Distrik Ilaga. 14 Apil, kelompok teroris ini kembali menembak mati seorang pengemudi ojek di Distrik Omikia dan membakar rumah Wakil Ketua DPRD Puncak di Distrik Beoga.
BACA JUGA: Ketua DPRD Kota Bekasi Jago Bahasa Jepang, Tak Muluk Kejar Jabatan

15 April, korban sipil kembali berjatuhan. Seorang pelajar berusia 16 tahun tewas ditembak Kelompok Teroris ini. 17 April, Kelompok Teroris kembali berulah di Kampung Dambet, Distrik Beoga. Mereka kembali membakar rumah guru dan rumah kepala suku Dambet dan berupaya membakar bangungan Sekolah Dasar. Seminggu kemudian, tepat 25 April, Kelompok Teroris ini telibat kontak tembak dengan aparat TNI - Polri di Kampung Dambet, Distrik Beoga. Dalam kontak tembak itu Kabinda Papua Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugraha gugur.
BACA JUGA: Kepala BNN Lakukan Hard, Soft dan Smart Power Approach Sejalan Instruksi Jokowi untuk P4GN

Dua hari kemudian, 27 April di Kampung Makki, Distrik Ilaga, Bharada I Komang Wira Natha gugur setelah Satgas Operasi Nemangkawi melakukan penindakan hukum di Markas Lumawi. Bharada I Komang gugur dalam kontak tembak dengan kelompok teroris. Kemudian, tanggal 6 dan 7 Mei, Kelompok Teroris ini melakukan teror dengan menembaki pos aparat keamanan di Kampung Kimak, Distrik Ilaga. Tak hanya itu, Kelompok Teroris ini juga membakar rumah Yorin Tabuni yang dijadikan Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) bagi anak - anak setempat.
BACA JUGA: Disinyalir Pelabuhan Teluk Dalam Nias Selatan, Pintu Masuk Barang Tanpa Kantongi Izin

Hal itu tak lain untuk belajar demi masa depan untuk membangun Papua. Serangkaian aksi teror yang dilakukan Kelompok Teroris ini ternyata memiliki tujuan tersendiri bagi Lekagak Telenggen. Dinus Waker, Juru Bicara Panglima Tertinggi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Goliat Tabuni mengatakan. Bahwa serangkaian aksi yang dilakukan Lekagak Telenggen bukan murni untuk perjuangan Kemerdekaan Papua. Sebab, serangkaian teror yang dilakukan kelompok Lekagak Telenggen tergolong ngawur. Rumah orang Papua yang dijadikan PKBM justru dibakar.
BACA JUGA: BMW R 1250 RT, Motor Futuristik Andalan Tunjang Kinerja Korlantas Polri

Hal ini membuat Panglima Tertinggi TPNPB Goliat Tabuni marah besar. Karena Kelompok Teroris Lekagak Telenggen justru membuat rasa takut bagi Orang Asli Papua (OAP) itu sendiri. "Panglima besar Goliat Tabuni marah terhadap aksi yang dilakukan oleh kelompok Lekagak Telenggen yang bertindak sembarangan. Goliat Tabuni marah besar ketika kelompok Lekagak Telengge membakar Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat yang merupakan tempat belajar untuk masyaraka di Ilaga," tutur Dinus.
BACA JUGA: Purnawirawan Kapolri Miliki Villa Megamendung dan Masjid, Siapakah?

Dinus menilai, Kelompok Teroris Lekagak Telenggen hanya ingin menunjukan eksistensinya kepada Sebby Sambon Juru Bicara TPNPB dan Ketua United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) Benny Wenda untuk merebut kekuasaan. Yang mana sebagai Panglima Tertinggi TPNPB dari tangan Goliat Tabuni. Padahal, yang dilakukan Kelompok Teroris Lekagak Telenggen tidak murni untuk perjuangan kemerdekaan Papua.
BACA JUGA: Polsek Hibala Tidak Aktif, Kejahatan Meningkat

Ini bisa dilihat dengan serangkaian teror yang dilakukan sejak April hingga Mei 2021 di Kabupaten Puncak. Teror yang dilakukan Kelompok Teroris Lekagak Telenggen bukannya perang melawan pasukan Indonesia TNI – Polri. Tapi justru teror itu menakutkan orang Papua sendiri. "Kalau murni mau berjuang merdekakan Papua, harus perang lawan pasukan Indonesia, bukan kasih takut orang Papua sendiri," pungkas Dinus. (Dian Humas Polri/Martin Buulolo/Ayu Yulia Yang)

Editor: Ayu Yulia Yang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini