Kamis, 4 Juni 2026

Pendiri OPM : Saya Tegaskan Veronica Koman, Anda Tidak Punya Hak Bicara Masalah Papua

Photo Author
Ayu Yulia Yang, Nawacita Post
- Sabtu, 8 Mei 2021 | 12:16 WIB
Papua, NAWACITAPOST – Pendiri Organisasi Papua Merdeka (OPM) Nicholas Youwe yang mana juga seorang mantan tokoh senior menegaskan. Bahwa menurutnya, Veronica Koman tidak punya hak bicara masalah Papua. Hal itu disampaikannya dalam acara Webinar ‘Memahami Papua, serta Upaya Penyelesaian secara Kolaboratif dan Holistik di Jakarta. Yang mana diselenggarakan Indonesia Publik Institute (IPI) pada (06/05/2021).
BACA JUGA: Seorang Pria Ngamuk Bawa Pisau dan Gigit ASN di Dinas Pendidikan Nias Selatan

“Saya tegaskan, khusus Veronica Koman yang selalu memprovokasi dari pelariannya di Australia, anda sama sekali tidak punya hak untuk bicara masalah Papua. Anda, Veronica Koman, bukan orang Papua. Anda tidak lebih dari seorang provokator,” tegas Nicholas Youwe. Hadir dalam webinar itu sejumlah aktivis dalam dan luar negeri serta para tokoh Papua. Diantaranya mantan Menteri Luar Negeri OPM selama 15 tahun Nicholas Youwe yang telah menyatakan kesetiaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bersama Nick Messet sejak tahun 2010.
BACA JUGA: Proyek Miliaran PT. Maju Gemilang Mandiri yang Tak Kunjung Rampung, Ada Apa Pers Dihalangi Liput?

Bertindak sebagai narasumber dalam webinar ini adalah Bobby Aditya Rizaldi selaku anggota Komisi I DPR RI, Dr. Muhammad AS Hikam MA (pengamat politik Presiden University), Komisaris Jenderal Polisi Paulus Waterpauw (Kepala Badan Intelijen dan Pengamanan Polisi Republik Indonesia), Dr. Jaleswari Pramodawardhani (Deputi V Bidang Politik Hukum Pertahanan Keamanan dan Hak Azasi Manusia Kantor Staf Presiden) dan Billy Mambrasar (Staf Khusus Presiden). Nicholas Youwe mengatakan. Dalam kondisi sekarang sudah tidak ada lagi keraguan dari Pemerintah Republik Indonesia didalam membangun Papua.
BACA JUGA: Rekrut BPD Desa Lawindra Berujung Langgar Aturan

Karena itu, kata Nicholas Youwe, berbagai pihak yang selaku memprovokasi masyarakat, agar menghentikan aktivitasnya.  “Anda hanya mencari keuntungan atas kekisruhan ini,” tegasnya. Dia pun berharap agar Veronica jangan mencampuri urusan Papua. “Saya harap, anda Veronica Koman jangan campuri lagi urusan Papua, anda adalah provokator yang pengecut bersembunyi di luar negeri,” ucapnya. Veronica Koman dikenal setelah terjadinya demonstrasi di Papua yang dipicu oleh insiden rasis di Surabaya, pada (04/09/2019).
BACA JUGA: Purnawirawan Kapolri Miliki Villa Megamendung dan Masjid, Siapakah?

Veronica Koman ditetapkan sebagai tersangka. Karena dituduh telah melakukan penghasutan dan memprovokasi melalui media sosial, saat ini berada dalam pelariannya di Australia. Menurut Nicholas Youwe, masih ada kelompok kriminal di Papua, tapi eksistensinya sudah semakin melemah. Yaitu Organisasi Papua Merdeka (OPM) tersebar dalam empat faksi. Yakni Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang Presidennya Victor Yeimo.
BACA JUGA: Polsek Hibala Tidak Aktif, Kejahatan Meningkat

Kemudian, tersebar pula ke United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dengan presiden Benny Wenda, OPM Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (OPM-TPNPB) dipimpin Jeffrey Bolmanak dan Kelompok Negara Federal Republik Papua Barat (NFRPB) yang mana presidennya Forkorus Yaboisembut. “Sekarang dengan pendekatan anthropologi budaya yang dilakukan Pemerintah Pusat di Jakarta, pemberdayaan masyarakat adat dan hak-hak masyarakat adat di Papua, harus menjadi perhatian. Orang Papua harus segera bangkit dari keterpurukan,” pungkas Nicholas Youwe. (Dian Humas Polri/Martin Buulolo/Ayu Yulia Yang)

Editor: Ayu Yulia Yang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini