Baca Juga : Muskomcab Pemuda Katolik Sibolga (Ketua Willianto Halawa) Dan Tapanuli Tengah (Ketua Josua Habeahan)
Hal ini dikatakan oleh Juliansyah selaku Plt Manager Usaha dan Tekhnik Kantor Cabang PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Dia mengatakan bahwa KMP Labuhan Haji sudah hampir 3 Minggu tidak beroperasi karena terkendala izin operasional.
"Jadi begini, awalnya KMP Labuhan Haji masuk ke Sibolga tanggal 17 Maret 2021 lalu dimohon izin sementara yang dikeluarkan Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara sehingga beroperasi dimulai tanggal 19 Maret 2021. Sempat beroperasi 1 Minggu. Lalu kita buat surat permohonan izin operasional dua lintasan. Yang pertama Sibolga Gunung Sitoli, dan yang kedua Sibolga Teluk Dalam. Nah yang dikeluarkan izin operasional Sibolga Teluk Dalam. Sementara untuk lintasan Sibolga Gunung Sitoli tidak dikeluarkan," kata Juliansyah.
Untuk itu pihaknya sedang membuat surat baru permohonan agar Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara mengeluarkan rekomendasi agar izin operasional KMP Labuhan Haji lintasan Sibolga Gunung Sitoli dapat dikeluarkan dari Pusat layanan Perizinan Provinsi Sumatera Utara Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).
Sementara itu saat dikonfirmasi kepada Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara, Kabid perhubungan Laut Khairul mengatakan bahwa pihaknya telah mengeluarkan rekomendasi untuk KMP Labuhan Haji.
"Siapa bilang bang, sudah, sudah kita keluarkan rekomendasi nya," jawabnya.
Sementara itu sejumlah warga pengguna jasa masih terus melakukan aksi protes, KMP Labuhan Haji audah lebih dari 3 Minggu tidak beroperasi. Sehingga PT WJL terkesan monopoli sehingga pelayanan di pelabuhan Sibolga untuk pengguna jasa semakin memburuk karena dikuasai oleh 1 perusahaan jasa saja.
"Kita sangat menyesal kan, kalau sampai KMP Labuhan Haji ini dipulangkan. Karena sebagai masyarakat jelas kita lebih bangga menggunakan kapal kapal milik ASDP, selain pelayanan yang sangat memuaskan juga biaya sangat membantu masyarakat, jauh dibandingkan dengan PT WJL," kata Risman Lase salah seorang pengguna jasa di Pelabuhan Sibolga.
(Petrus Gulo)