BACA JUGA: Hilarius Duha dan Firman Giawa Resmi Kepala Daerah Nias Selatan, Pegiat Organisasi Minta Fokus Isu Besar
"Hoaks harus ditindak tegas dan ditangani secara serius," kata Abdul Karim. Menurutnya, kabar bohong akan semakin membesar dan menyebar luas jika dibiarkan. Dia pun menyebut. Bahwa kabar bohong seringkali membuat masyarakat resah dan bisa menjadi pemecah belah persatuan. Kabar itu akan mudah meluas lantaran masyarakat banyak yang membagikannya tanpa melakukan verifikasi. "Yang harus berada paling depan menangani adalah Polri dengan dibantu TNI," pungkasnya.
BACA JUGA: Disinyalir Pelabuhan Teluk Dalam Nias Selatan, Pintu Masuk Barang Tanpa Kantongi Izin
Dalam acara tersebut, para peserta didik Sespimti menyerahkan 200 paket sembako untuk pesantren. Selain di Pesantren Al Quraniy Azzayadiy, mereka juga memberikan bantuan serupa untuk Yayasan Lentera serta Pertuni. Salah satu peserta didik Sespimti, Kombes Pol. Andy Rifai mengatakan. Bantuan tersebut merupakan amanah dari masyarakat. Menurutnya, mereka mengisi kegiatan pendidikannya itu dengan berbagi dan bertemu masyarakat. (Martin Buulolo/Ayu Yulia Yang)