Baca Juga : Sany Oloan Minta Maaf Atas Postingan Yang Mengandung Penghinaan
Hal ini dikatakan oleh sejumlah pedagang kepada wartawan, Selasa (27/4/2021). Para pedagang mengeluh karena lokasi pasar sudah bagaikan sawah, sehingga sangat tidak layak untuk berjualan. Bahkan para pembeli pun "jijik" untuk berbelanja di tempat itu.
"Ini cocoknya jadi kebun, bukan jadi pasar. Iya memang kita kesini cocok nya berkebun bukan jualan," kata Ratna salah seorang pedagang, sambil menunjukkan lokasi jualan yang dipenuhi lumpur hitam.
Akibatnya para pedagang kecewa, sebagi bentuk kekecewaan,npara pedagang menanam 1 pohon pisang ditengah tengah lumpur di lokasi pasar yang baru saja di relokasi.
"Katanya difasilitasi, nah inilah buktinya fasilitas. Fasilitas nya cuma bohong. Dan kitapun gak bisa bicara jadi ya gini ajalah ya kan. Inilah suasana pasar, ino cocoknya ke sawah. Air belum masuk ya gaes, jadi kita nyuci di parit parit ini," katanya sambil menunjukkan parit yang digenangi air lumpur.
Sementara itu pihak kontraktor mengatakan pihaknya hanya menyediakan tempat relokasi. Soal fasilitas lain akan diakomudir oleh pemda setempat.
"Anggaran untuk relokasi ini tidak ada, jadi fasilitas yang kita sediakan ini murni hibah dari pnorong, kita hanya menyiapkan kios dan balairong, kalau yang lainnya seperti listrik air dan lainnya itu pemda setempat," kata Nazwan, direktur Operasional PT Tureloto Battu Indah.
(Petrus Gulo)