Baca Juga : Selain Baksos, Sat Polres Tanjungpinang Ajarkan Prokes Buat Pencegahan Covid 19 Kepada Anak Yatim
DL merupakan warga Km 12, yang bertempat tinggal di perumahan Hangtuah permai, dan bekerja di salah satu dealer motor di km 9 kecamatan Tanjungpinang timur kota Tanjungpinang
bermula dari tak enak badan Batuk dan Pilek dan hidung tersumbat sehingga hilang penciuman, tapi rasa ada. begini cerita DL, "kejadian ini, berawal dari tak enak badan di sertai batuk dan Pilek, sehingga dirinya meminta izin butuh istirahat,
Dengan situasi musim Covid 19 yang sudah heboh di kota Tanjungpinang, yang punya usaha langsung meminta dirinya untuk berobat di klinik ananda, setelah berobat keluar surat tak ada apa apa, aman aman saja,"tutur pegawai Klinik tersebut
Atas rasa penasarannya dan arahan dari bosnya, DL mencoba tes antigen Swab di Klinik Laboratorium km 9, setelah tes 10 menit sudah keluar hasil dan dinyatakan positif,oleh klinik tersebut melalui via handphone
Dengan keluarnya surat positif tersebut, DL dan suami tercinta nya menanyakan hal itu kepada salah satu pegawai di klinik tersebut sehingga mengeluarkan beberapa pertanyaan,
Begini pertanyaan nya, apakah dengan selembar kertas ini bisa dinyatakan positif dan kertas ini bisa di pertanggung jawabkan? Dengan pertanyaan tersebut pegawai pun bilang iya tak bisa di nyatakan seratus persen, sangat membingungkan.Tutur DL
kemudian DL di arahkan ke Dinkes PCR Km 7, untuk pemeriksaan selanjutnya dengan membawa selembar kertas dari klinik laboratorium tersebut, di PCR pun senyap senyap saja dan menunggu sampai beberapa hari, dengan rasa penasaran DL menanyakan dan PCR pun menyatakan Positif, tanpa selembar kertas, yang hanya di kirimkan melalui via WA dan di arahkan ke Puskesmas batu 10.selanjutnya DL ke puskesmas dan tetap sama hasilnya positif, DL bingung dan Timbul pertanyaan besar pada dirinya,
kenapa bukan dari awal di klinik ananda di nyatakan saya positif ? Padahal di klinik tak ada apa apa, aman aman saja.
Ada apa sebenarnya?
Dengan di nyatakan positif, DL tak terima dan merasa keberatan, karena dari awal pemeriksaan dari klinik tak ada apa apa alias aman aman saja dan bahkan sampai sekarang sehat seperti biasa"pungkasnya
Test Antigen, Swab, dan PCR bisa di percaya 100 persen kah? tanpa pemeriksaan dan penjelasan dari dokter yang bersangkutan bisa dinyatakan positif Corona kah?
sesuai kutipan gejala serta penjelasan dari Pasien tersebut sangat jauh meleset. Yang sangat membingungkan pihak Medis tak bisa menyatakan positif, ada keraguan, kalimat gantung jawabannya.
atas hal itu Media pun konfirmasi ke dokter Rahmat puskesmas batu 10, tapi sampai naik berita ini, beliau belum ada Jawaban alias tak bisa di jelaskan.hal ini yang menjadi bahan polemik di balik Covid 19 di kota Tanjungpinang. Tanda tanya besar.
(Yosdarson Daeli)