Blitar, Nawacitapost.com,- Wali Kota Blitar Drs.Santoso,M.Pd mengukuhkan 17 ( tujuh belas ) anggota pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) kota Blitar periode 2021-2024, bertempat diBalai Kusuma Wicitra, Senin (12/4/2021).
Turut hadir Wakil Ketua DPRD kota Blitar, Kapolres Blitar Kota, Dandim 0808/Blitar, Danyonif 511, Kajari Blitar, Tokoh Agama dan Organisasi Perangkat Daerah ( OPD ) kota Blitar.
Walikota Blitar Drs.Santoso, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan, sejumlah pesan bagi pengurus FKUB kota Blitar yang baru saja dikukuhkan. Pesan persatuan nasional dari Presiden Pertama RI Ir. Soekarno (Bung Karno). Sejak muda sosok Foundhing Father bangsa Indonesia tidak pernah berhenti dan terus mengobarkan semangat persatuan dan kesatuan serta kegotong-royongan dalam memperjuangkan kepentingan bangsa dan negara.
“Persatuan dan kesatuan nasional tersebut dalam implementasinya dipupuk atau disuburkan oleh semangat kegotong-royongan dapat di praktekan kehidupan bermasyarakat,” kata Santoso.
Ia menambahkan, Kota Blitar memiliki karakter masyarakat majemuk. Kemajemukan memiliki potensi konflik sosial yang tinggi. Namun demikian, hingga saat ini situasi di Kota Blitar masih sangat aman dan kondusif.
“Untuk itu, marilah kita pertahankan suasana yang sudah kondusif ini dengan saling menghormati, menghargai perbedaan dan menjaga persatuan di tengah kemajemukan Kota Blitar. Kita harus ingat, bahwa kita saat ini hidup di Kota Blitar, kita mencari nafkah di Kota Blitar, tinggal juga di Kota Blitar, anak cucu dan handai taulan kita juga di Kota Blitar.
"Sehingga mari kita terus jaga dan pertahankan Kota Blitar agar selalu dalam suasana tenang, aman dan kondusif,"tuturnya.
Kemajemukan, keanekaragaman dan perbedaan merupakan perwujudan dari visi Kota Blitar. Visi dari Kota Blitar adalah Keren, Makmur, Bermartabat.
Walikota Blitar Drs.Santoso, M.Pd memberikan sambutan pada acara pengukuhan FKUB Kota Blitar tahun 2021-2024
Menurutnya, kemajemukan di Kota Blitar merupakan sebuah keniscayaan.Kemajemukan itu ada dan seluruh warga masyarakat Kota Blitar harus mengenal kemajemukan itu sendiri.
“Kita harus mengenal dan mengakui kemajemukan. Serta terus belajar untuk hidup bersama dalam berbagai perbedaan yang ada. Kita boleh berbeda, tetapi harus rukun agar dapat mencapai kesejahteraan bersama,” imbuhnya.
Ia menyampaikan, dewasa ini secara obyektif kerukunan antar umat beragama mengalami tantangan yang tidak ringan. Ada beberapa isu yang harus diantisipasi dan segera dicarikan solusi. Diantaranya terorisme yang mengatasnamakan agama.
“Dalam kerangka itulah keberadaan FKUB ini sangat diperlukan. Kemudian yang tak kalah penting adalah pendekatan keteladanan. Artinya kita semua harus mampu memberikan contoh yang baik kepada umat. Termasuk para pemuka agama harus dapat memberikan contoh bagaimana melaksanakan toleransi beragama dengan umat-umat yang lain. Karena kami yakin, seluruh agama mengajarkan nilai-nilai agama yang universal seperti kasih sayang, keadilan, kesetaraan, keselamatan dan perdamian,” pungkasnya. ( adv/hms/fm )