Kamis, 4 Juni 2026

Rawan Terpapar Covid-19, Ganjar Dukung Prioritas Vaksin Warga Binaan

Photo Author
Agus Irawan, Nawacita Post
- Jumat, 26 Maret 2021 | 17:39 WIB
Jateng, NAWACITAPOST -  Gubernur Jawa Tengah ( Jateng) Ganjar Pranowo mendukung usulan prioritas vaksin bagi warga binaan,  mengingat mereka tergolong sangat rentan terpapar Covid -19.

"Usulan Kakanwil (Jateng)  agar warga binaan juga mendapatkan prioritas untuk divaksin,  karena mereka juga kelompok rentan. Akan kami sampaikan usulan ini ke pusat agar jadi perhatian, " kata Ganjar dalam keterangan tertulis,  Jumat( 26/3).

Ganjar meminta pegawai lapas untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan. Mereka yang dapat beraktivitas di luar lapas juga harus menjaga diri agar tidak menularkan pada warga binaan.

"Tadi ada usulan,  ASN dan pegawai lapas menjadi prioritaa untuk divaksin,  tentu akan kita dukung dan kita dorong ke pusat, " ucapnya.

Untuk diketahui ratusan waega binaan dan pegawain terpapar Covid-19 di Lapas Nusakambangan Cilacap, Jateng.  Kasus Covid-19 terbanyak diketahui berada di Lapas Kembangkuning.

"Saya sudah cek dan minta laporannya. Semuannya tanpa gejala dan sudah diisolasi.  Saya sampaikan kalau butuh bantuan segera komunikasi langsung dengan kami,  meskipun tadi Kakanwil menyampaikan sudah bekerja sama dengan Pemkab Cilacap. Saya minta untuk dipantau ketat, " jelasnya.

Kasus warga binaan yang positif Covid-19 LP Nusakambangan sudah ditangan dengan baik.  Meski begitu,  Ganjar meminta agar pengelola melakukan pengetatatan dengan melarang tamu berkunjung.

"Selain itu,  kalau ada napi dari tempat lain yang dipindahkan,  ini mesti di screening ketat untuk mendeteksi, " ucapnya.

Sementara itu,  Kakanwil Yuspahruddin melaporkan penanganan klaster Covid-19 di Nusakambangan. Terdapat 235 warga binaan di LP Nusambangan yang terkonfirmasi positif Covid-19. Semuanya merupakan orang tanpa gejala (OTG)  dan sudah diisolasi di blok khusus Lapas Kembangkuning,  kompleks LP Nusakambangan.

"Dari 235 warga binaan itu,  hampir separuhnya sudah mulai sembuh, tapi tetap kami isolasi selama 14 hari agar lebih aman.  Rutin kami berikan vitamin dan rata-rata  mereka kuat-kuat, " ucapnya.

Lebih lanjut, pengetatan juga telah dilakukan dengan penutupan kunjungan. Tamu apapun tidak boleh bertemu dengan warga binaan.

"Sejak pandemi berlangsun,  kunjungan tidak diperkenankan lagi, kalau pun ada kunjungan,  harus virtual. Tapi apapun di sana,  tidak bisa ketemu dengan warga binaan, " ungkapnya.

"Kalau boleh warga binaan dalam lapas juga divaksin,  karena di dalam lapas tidak bisa social distancing. Waega binaan ini,  sangat rentan tertular,  maka seharusnya mereka divaksin. Kalau petugasnya kan sudah," imbuhnya

Editor: Agus Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini