Jumat, 5 Juni 2026

Gunakan Aplikasi QRIS, Ganjar Dorong Tempat Wisata di Jateng Terapkan Pembayaran Nontunai

Photo Author
Agus Irawan, Nawacita Post
- Selasa, 16 Maret 2021 | 14:22 WIB
Jateng, NAWACITAPOST- Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo secara resmi meluncurkan program pembayaran nontunai. Salah satu objek wisata yang telah menerapkan pembayaran nontunai adalah Objek Wisata (OW) Guci di Kabupaten Tegal.

Program tersebut bekerja sama dengan Bank Indonesia, Objek Wisata (OW) menggunakan aplikasi Quick Code Indonesia Standard (QRIS) untuk mendukung program pembayaran nontunai tersebut.

Ganjar kemudian mencoba penerapan pembayaran nontunai itu dengan bertindak sebagai pengunjung OW Guci, dan melakukan transaksi menggunakan gawainya.

“Sudah ini, ini sudah berhasil. Jadi Pak Ganjar datang lima orang dengan total biayanya Rp51.000 ya pak,” kata Bupati Tegal , Umi Azizah di sela-sela peluncuran itu.

Dalam kesempatan itu, Ganjar mengapresiasi penerapan pembayaran nontunai di OW Guci itu.

Ganjar meminta agar semua destinasi wisata di Jawa Tengah melakukan hal yang sama.

“Ya ini sangat menarik, karena BI miliki aplikasi QRIS yang bisa dipakai sebagai alat pembayaran nontunai. Saya mendorong agar di tempat-tempat wisata, tempat belanja, rumah makan dan lainnya di Jawa Tengah juga menerapkan,” ujarnya.

Lebih jauh, Ganjar menjelaskan, penerapan pembayaran nontunai di tempat-tempat wisata, merupakan langkah yang tepat untuk mewujudkan adaptasi kebiasaan baru selama pandemi Covid-19. Dengan sistem cashless itu, akan mengurangi sentuhan langsung dan meminimalkan risiko penularan virus Corona.

“Dengan cashless payment, kita tidak bersentuhan langsung dan tidak harus pegang-pegang uang. Cukup dengan menggunakan aplikasi itu dan hanya ditempelkan saja. Ini sangat aman untuk kita menghindari potensi penularan Covid-19 dengan sentuhan langsung,” imbuhnya.

Menurut dia penggunaan sistem pembayaran nontunai ini dapat mengurangi potensi kecurangan atau korupsi. Mekanisme nontunai yang langsung ditransfer antara bank dengan bank membuat potensi penyalahgunaan keuangan bisa dihindari.

“Jadi integritas dapat dijaga, karena uangnya akan terdekteksi dengan lengkap. Ini juga dapat mencegah korupsi,” ucapnya.

Tak hanya itu, kata dia manfaat lain dari penggunaan sistem nontunai itu. Di antaranya membuat masyarakat lebih aman karena tidak perlu membawa uang dalam jumlah besar saat berwisata. Lebih dari itu, dengan mekanisme nontunai maka ada data yang terhimpun. Data yang masuk itu bisa digunakan untuk memotret perilaku konsumen saat berwisata, dan bisa digunakan sebagai pisau analisis.

“Dia datang berapa orang, beli apa saja, tujuannya ke mana kan bisa dikumpulkan. Nah data itu bisa menjadi alat untuk melakukan analisis untuk pengembangan destinasi wisata. Tak hanya destinasi wisata, kalau ini dilakukan di hotel, restoran, tempat belanja dan lainnya di Jawa Tengah, maka akan menarik. Saya tentu mendukung,” tutupnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah, Pribadi Santoso mengatakan, BI terus mendorong sistem pembayaran elektronik pada seluruh lapisan masyarakat. Harapannya, dengan masifnya pembayaran nontunai tersebut khususnya selama pandemi, akan mengurangi potensi penularan Covid-19 dari sentuhan langsung dan dari uang tunai

“Penggunaan pembayaran nontunai melalui QRIS cukup tinggi. Saat ini saja, sudah ada ratusan ribu merchant yang menggunakan QRIS di Jawa Tengah,” katanya.

 

Editor: Agus Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini