Kamis, 4 Juni 2026

Pemkot Pekalongan Bersinergi dengan Pemprov Jateng dan Pempus Atasi Banjir Rob

Photo Author
Ayu Yulia Yang, Nawacita Post
- Jumat, 26 Februari 2021 | 22:37 WIB
Pekalongan, NAWACITAPOST – Walikota Pekalongan H. Achmad Afzan Arslan Djunaid, SE bersama Wakilnya H. Salahudin, STP dalam hal ini bekerja bersama jajarannya di Pemerintah Kota  (Pemkot). Yang mana Pemkot bersinergi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah dalam hal ini dipimpin oleh Gubernur Ganjar Pranowo. Tak ketinggalan juga bersinergi dengan Pemerintah Pusat dalam hal ini bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan jajaran Menteri di Kabinet Indonesia Maju. Lantaran memang permasalahan banjir dan rob tak kunjung terselesaikan di Kota Pekalongan.

Foto : Suasana Pelantikan Walikota Pekalongan Aaf dan Wakilnya Salahudin

Walikota Pekalongan Aaf menyampaikan pada (26/02/2021). Banjir dan rob merupakan permasalahan yang masih saja belum terselesaikan. “Tentunya banjir ini yang menjadi bagian salah satunya permasalahan yang belum terselesaikan di Kota Pekalongan, ini adalah banjir dan rob. Nah kita juga bersama – sama koordinasi dengan provinsi maupun pusat tentang bagaimana pembangunan – pembangunan untuk mengatasi banjir. Kemarin kita sudah kunjungan dengan Pak Gubernur. Sudah ke Pekalongan. Bagaimana Pak Gubernur juga menginstruksikan untuk Kota Pekalongan ayo kita bangun atau benahi drainase,” terangnya.

-
Foto : Suasana Pelantikan Walikota Pekalongan Aaf dan Wakilnya Salahudin

Aaf lebih lanjut menyebutkan bahwa adapun pengerjaannya menggunakan blue print agar bisa terencana, tepat sasaran dan jelas pembangunannya. “Kita juga targetkan kepada Setda, Bappeda, itu blue print drainase Kota Pekalongan sudah selesai.  Supaya pembangunan ini terencana. Supaya pembangunan ini tepat sasaran dan jelas. Tidak hanya mengatasi satu dua Kelurahan, satu dua wilayah.

-
Foto : Rapat Paripurna usai Pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Pekalongan

"Tetapi pembangunan – pembangunan ini kalau sudah terencana dan kita menggunakan konsultan yang betul – betul serius mengatasi banjir, rob maupun air hujan di Kota Pekalongan, ini tentunya pembangunan tepat sasaran. Tapi ini program jangka panjang. Jadi kita tidak bisa menjanjikan tahun depan walaupun blue print dan pembangunan dilaksanakan, banjir tidak terjadi,” lanjut Aaf.

-
Foto : Rapat Paripurna

“Ini yang penting bagaimana persiapan kita mengantisipasi musibah banjir harus kita lakukan sejak dini. Terutama koordinasi daerah yang berpotensi dan warga terdampak banjir. Tentu koordinasi kedepan harus lebih baik lagi. Bagaimana provinsi juga tentang pengerukan sungai. Pak Ganjar juga sudah berkomitmen ayo kita Kota memperbaiki drainase, Provinsi memperbaiki sungai – sungai kita, Pemerintah Pusat itu adalah pembangunan – pembangunan keterkaitan tanggul dan lain – lain untuk mengatasi banjir," terang Aaf.

-
Foto : Ruang Rapat Paripurna

"Memang ada dua banjir di Kota Pekalongan yang dengan tipikal yang sangat berbeda. Baik yang sekarang adalah banjir air hujan. Bagaimana tanggul raksasa ini juga ada minus, juga ada plus. Minusnya adalah kalau terjadi banjir, air hujan dengan adanya tanggul praktis lebih lama surut atau air itu lari ke laut,” lanjut Walikota.

BACA JUGA: Anies Baswedan Masih Menyandang Gelar Gubernur Terbodoh?

“Dan apalagi kalau lautnya rob. Tetapi kalau banjir air rob, tanggul itu bisa menahan air laut untuk masuk ke masyarakat. Nah ini ternyata pembangunan – pembangunan seperti ini yang teknis – teknis dan kejadian di lapangan ini sangat teknis. Tetapi tentunya juga berbeda karakter tanggul yang ada di Kota Pekalongan dengan karakter tanggul yang ada di Kabupaten," cetus Walikota.

BACA JUGA: Kota Patriot Bekasi adalah Cerminan Mini NKRI

"Kemarin banyak teman – teman, banyak masyarakat yang menanyakan bagaimana Kabupaten tanggul itu bisa dijebol untuk aliran air langsung ke laut. Ya kalau di kita berbeda kasus atau berbeda posisi tanggul. Jadi kita sudah bikin tiga pintu yang keterkaitan  ke laut. Jadi tidak bisa menjebol tanggul.  Kalau menjebol tanggul itu tentunya harus melewati taman makro dan sebagainya. Itu kita lebih ribet. Tidak sesimple Kabupaten seperti Wonokerto,” sambung Aaf.

-
Foto : Suasana Rapat Paripurna

Menurut Aaf, pengerjaan di lapangan secara teknis haruslah cermat dan mempertimbangkan berbagai aspek. “Jadi ini kita di lapangan kita harus juga cermat. Kita juga harus mempertimbangkan efeknya dan sebagainya.  Dan ini mudah – mudahan banjir segera surut, masyarakat sudah bisa beraktivitas dan ekonomi yang disebabkan banjir ini bisa pulih. Terutama teman – teman kita kembali bekerja dan sebagainya," ungkapnya.

-
Foto : Walikota Pekalongan bersama istri

"Karena sudah hampir 1 bulan banjir ini masih terus saja terjadi walaupun curah hujan ini sudah sangat berkurang. Mudah – mudahan ini kita bisa memaksimalkan pompa dan sebagainya. Memang karakter tanah maupun daerah di Pekalongan ini kemarin tim dari BPS Provinsi sudah datang dan sudah ketemu saya, memang masalah banjir di Kota Pekalongan  dengan struktur atau karakter tanah yang cekung ini ada tiga untuk mengatasi masalah itu,” papar Walikota.

-
Foto : Gubernur Jateng Ganjar beri sambutan di Pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Pekalongan

“Yang pertama ini adalah perbaikan drainase. Yang kedua pengerukan sungai dan peninggian tanggul sungai. Yang keempat itu sumur pompa. Karena di beberapa daerah seperti Clumprit, Pasir Sari, Kramat Sari, Panjang dan sebagainya itu tipikal tanahnya cekung. Jadi memang harus disedot sumur pompa untuk lebih mengurangi debit air. Nah kemarin juga teman – teman masyarakat ada juga yang memberi masukan bahwa mobil pemadam  untuk menyedot banjir untuk dibuang ke laut," terus Aaf menerangkan.

-
Foto : Pelaksanaan Sumpah Jabatan Walikota Pekalongan Aaf dan Wakilnya Salahudin

"Mobil pemadam ini kapasitasnya ya tidak memenuhi kapasitasnya  dan itu akan rusak. Karena air itu harus campur lumpur dan sebagainya," lanjut Aaf. Dia pun senantiasa berupaya agar usaha dilakukan secara maksimal untuk mengatasi banjir dan rob yang berkepanjangan. “Ini tentunya apa yang bisa kita lakukan, apa yang bisa kita maksimalkan tentunya kita maksimalkan. Masukan – masukan dari masyarakat juga memang kita butuhkan. Tetapi kita juga harus mempertimbangkan hal – hal yang efisien atau tidak,” akhiri Walikota Pekalongan. (Herdy Ramahwan/Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Terlalu! Mayoritas Kada Terpilih 2020 di Kepni Tak Punya Visi Misi Perihal Narkoba

Editor: Ayu Yulia Yang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini