Kamis, 4 Juni 2026

Ketua DPRD Surabaya Dukung Sinergitas Tiga Kepala Daerah Milenial

Photo Author
Elya Yudi, Nawacita Post
- Rabu, 24 Februari 2021 | 20:42 WIB

Surabaya NAWACITAPOST - Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono menyambut baik pertemuan tiga kepala daerah terpilih yang membahas persoalan di kawasan Kota Surabaya, Gresik dan Sidoarjo. Ketiga kepala daerah terpilih tersebut yakni Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali, dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.


" Saya kira, itu langkah yang sangat positif. Memandang persoalan lokal atau daerah yang dipimpin dengan pendekatan sinergi dan kolaborasi. Termasuk dalam relasi antardaerah. Pendekatan kepemimpinan anak muda di era milenial," kata Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono Rabu (24/2/2021).




Adi Sutarwijono, Ketua DPRD Kota Surabaya

Menurut Awi panggilan akrab ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini, interaksi antardaerah begitu dekat dan intens. Mobilitas antar penduduk sangat tinggi, begitu pula pembangunan infrastruktur dan ekonomi. Sehingga perkembangan di suatu daerah, akan berpengaruh pada daerah lain.


"Apalagi tantangan kepala daerah-wakil kepala daerah di masa pendemi adalah memulihkan ekonomi. Saya berharap sinergi dan kolaborasi Surabaya, Sidoarjo dan Gresik dikembangkan ke pemerintah daerah otonomi lain. Sehingga membawa kemajuan dan kemakmuran rakyat bagi masing-masing daerah," jelas Awi.


Senada, Sekretaris Komisi B DPRD Kota Surabaya Mahfudz juga menilai, pertemuan dan koordinasi ketiga kepala daerah tersebut sebagai langkah kongkrit dan progresif. Sebab, butuh sinergi antara satu kota dengan kota lainnya, khususnya kota yang saling berdekatan.


"Satu kota yang bertetangga dengan yang lain, saling membutuhkan dan bergantungan. Ketika ada masalah pada salah satu kota, maka secara otomatis juga akan menjadi masalah untuk kota lainnya," ujar legislator PKB ini.


Mahfudz juga mengatakan, langkah yang dimulai oleh tiga kepala daerah ini adalah salah satu cara yang belum dimiliki senior kepala daerah lainnya. Ia berpendapat pemimpin muda yang memberikan contoh kerja sama adalah suatu kewajiban, maka ego yang dimiliki untuk bekerja sama dan memajukan kota mereka, dinilai sangat pas.


"Saya juga mendukung program pembangunan yang mereka diskusikan. Perlu kebijakan yang sama untuk menyatukan visi-misi, juga harus dilakukan bersama-sama. Jika tidak, maka hanya akan berimbas pada satu kota saja," katanya.


Perlu diketahui, sebagian pemenang di pilkada 2020 adalah kaum muda, maka salah satu cara adaptasi dalam perubahan zaman politik adalah regenerasi pucuk pimpinan. Baik di level partai politik maupun birokrasi. (bnw)

Editor: Elya Yudi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini