Jumat, 5 Juni 2026

Harlah ke-95 NU, Fraksi PKB Surabaya Sampaikan Harapannya

Photo Author
Admin 1, Nawacita Post
- Senin, 1 Februari 2021 | 00:19 WIB

Surabaya NAWACITAPOST – Sebagai organisasi pergerakan umat Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) telah banyak menorehkan sejarah dalam kiprahnya yang hampir se-abad.


Di hari ulang tahun-nya yang ke-95 tepat pada 31 Januari 2021, banyak doa dan harapan dari sejumlah elemen masyarakat termasuk dari Fraksi PKB DPRD Surabaya, partai yang kita ketahui bersama merupakan gagasan dari para tokoh politik di Nahdlatul Ulama.


Wakil Ketua Fraksi PKB DPRD Surabaya, Mahfudz menyampaikan harapannya agar di usia yang sudah 95 tahun, NU tetap menjadi kawah candradimuka untuk generasi masa depan bangsa Indonesia, sehingga Indonesia bisa menjadi negara yang maju, tanpa melupakan keistimewaan Islam yang berciri Nusantara.


"Selamat harlah NU ke-95. Semoga NU tetap menjadi pemersatu bangsa, dengan menyebarkan Aswaja dan meneguhkan komitmen kebangsaan. NU harus tetap berperan besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan menjaga nilai-nilai nasionalisme," ucapnya, Minggu (31/01/21) di Surabaya.


Mahfudz yang merupakan Ketua Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Garda Bangsa Surabaya ini juga mengharapkan agar NU dapat terus menjadi motor terdepan bangsa Indonesia dalam menegakan toleransi umat beragama dan melawan bentuk radikalisme serta terorisme di Indonesia. .


Di tengah iklim persaingan global yang semakin kompleks, Mahfudz menginginkan kiai dan para santri semakin berperan aktif dalam memajukan bangsa.


"Sesuai pesan Presiden Joko Widodo, kiai dan santri harus bisa berkiprah untuk bangsa. Mulai dari memberdayakan ekonomi umat yang berbasis pesantren, hingga jadi pelopor teknologi informasi untuk negeri. NU kuat, Indonesia hebat," sebut Mahfudz.


Komitmen NU itu pula yang digunakan oleh Fraksi PKB DPRD Surabaya dalam kerja-kerja politiknya. Mahfudz mengungkapkan, dalam kerja politik fraksi PKB akan selalu mendahulukan sikap moralitas, kemanusiaan, dan toleransi kepada para konstituennya. Tak pernah membedakan pelayanan untuk warga, hanya berdasarkan ras, agama, suku, warna kulit.


Selain itu, mereka juga tetap teguh dalam menjalankan faham Ahlussunnah wa Al-Jama'ah serta menjaga keutuhan NKRI, kerukunan beragama, dan menghindari permusuhan antar sesama ummat.


"Kami tetap jaga ukhuwwah islamiyyah dan ukhuwwah wathaniyyah yang merupakan faham-faham dasar Aswaja. Karena kami percaya, NU ada untuk menjaga NKRI dari perpecahan dan menjaga persatuan bangsa," tandasnya.



Sumber : timesindonesia.co.id

Editor: Admin 1

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini