Surabaya NAWACITAPOST - Dalam masa istirahat atau biasa disebut RESES, para anggota Dewan kembali melakukan jaring aspirasi ke masyarakat, hal tersebut juga dilaksanakan oleh Camelia Habiba anggota DPRD Kota Surabaya Camelia habiba, Senin sore (19/10/2020).
Reses kali ini diadakan di wilayah RT07/RW04 Kelurahan Tambaksari, tepatnya di bantaran rel kereta api.
Agenda tersebut dihadiri oleh para tokoh masyarakat setempat, termasuk pengurus RT/RW, ibu-ibu PKK bersama puluhan warga.
Dalam reses tersebut, Habiba memotivasi warga untuk memperkuat Ketahanan Pangan di wilayahnya masing-masing seiring dengan masih di masa pandemi covid 19.
Memang, menurut Habiba, hingga saat ini warga gang bantaran rel kereta api itu belum pernah di sentuh yang namanya program pemerintah kota surabaya.
" Memang benar, selama ini warga bantaran rel kereta api RT07/RW04 Kelurahan Tambaksari tidak pernah di sentuh program pemerintah kota Surabaya," ujarnya.
Maka di saat reses ini, Habiba berkesempatan mengajak masyarakat yang hadir untuk lebih mencintai lingkungannya, ujar Habiba anggota Fraksi PKB.
Dalam jaring aspirasi ini, Habiba juga menjelaskan bahwa dalam menghadapi masa Pandemi Covid 19, kita tidak tahu kapan akan berakhir, tetapi saat ini sudah mulai bergeser kepada pandemi ekonomi. " Maka dari itu saya mengajak masyarakat untuk mengikuti Gerakan SAHABAT TANDUR, yakni dengan memanfaatkan ruang yang ada serta bisa menggunakan media Hydroponic, masyarakat bisa menanam sayur-sayuran di depan rumahnya masing masing," jelasnya.
Menurut Habiba, warga sangat antusias dan kompak dengan adanya gerakan Sahabat Tandur, namun permasalahanya tidak pernah ada sentuhan oleh pemerintah kota surabaya melalui program-programnya, kata Wakil ketua komisi A ini.
Sementara itu, Sugeng ketua RT07 Berharap, melalui reses Camelia Habiba ini, pemerintah bisa memberikan bantuan berupa pembuatan Sumur yang bisa Multi fungsi. Bisa untuk menyiram tanaman, sekaligus berfungsi sebagai alat pemadam jika terjadi kebakaran di wilayahnya, harapnya.
Sugeng juga mengharapkan pendampingan untuk program penanaman secara Hydroponic dan pembuatan Pupuk kompos sendiri sehingga bisa membudidayakan tanaman pangan dan panennya bisa dinikmati warga, tandasnya. (BNW)
Editor: Admin 1
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Terkini
Rabu, 3 Juni 2026 | 21:32 WIB
Rabu, 3 Juni 2026 | 19:23 WIB
Rabu, 3 Juni 2026 | 13:26 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 18:58 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 15:47 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 11:15 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 07:51 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:23 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:10 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:09 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:09 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:09 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:09 WIB
Jumat, 29 Mei 2026 | 13:53 WIB
Kamis, 28 Mei 2026 | 19:51 WIB