Kegiatan reses dimaksud untuk menampung aspirasi warga untuk disampaikan ke forum dewan. Reses yang dilakukan selama kurang lebih 3 jam tersebut, warga kebanyakan mengeluh terkait lambatnya pengurusan dokumen di pemerintahan, terutama pengurusan kartu tanda penduduk elektronik (KTP-e).
Baca Juga : Wako Irsan Menghadiri Undangan NSI dan ORIS oleh Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Utara
Setelah pemaparan maksud dan tujuan reses, disesi tanya jawab, Sihao, salah satu warga Kaveling Bukit Kamboja mengeluhkan pengurusan akta di Badan Pertanahan Nasional (BPN), yang lama dan berbelit. Kemudian warga lain mengeluhkan aliran air ATB (Perusahaan pengelola air bersih di Batam) ke rumah mereka.
Menanggapi aspirasi warga dalam sesi tanya jawab, Utusan menyampaikan jika semua masukan,saran dan keluhan warga akan di tindak lanjuti sesuai tupoksi mereka di DPR. “Untuk kemajuan pembangunan Batam, yang bisa saya sampaikan, segala masukan-masukan, saran-saran yang disampaikan, saya catat dan saya akan perjuangkan sekuat tenaga yang bisa saya lakukan,” katanya.