Yakni Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) Sumut yang diketuai, Farianda Putra Sinik Tanjung dan Badan Musyawarah Masyarakat Minang (BM3) Sumut yang diketuai, Syahruddin Ali.
Farianda Putra Sinik Tanjung dengan tegas menyatakan pihaknya akan memberikan kepercayaan dan dukungan untuk Bobby Nasution dan Aulia Rachman. Kata Farianda, sudah saatnya Medan dipimpin wali kota baru.
BACA JUGA : Sambut HUT Lalu Lintas Ke-65, Personil Sat Lantas Polres Madina Berikan Sembako Dan Pembagian Masker Kepada Masyarakat
"Medan butuh pemimpin baru yang punya kemampuan, punya jaringan dan akses terutama ke pusat," tegasnya, Raby (16/9).
Farianda mengungkapkan, dengan APBD yang ada selama ini tidak akan mampu untuk perbaikan sejumlah infrastruktur di Kota Medan. Bahkan, ia mendengar langsung dari mantan wali kota Medan, bahwa sangat dibutuhkan bantuan dana dari pusat. Utamanya untuk urusan banjir di sejumlah titik, terparah di Medan Bagian Utara.
"Ngurus Medan gak mudah, saya tidak sangka Bobby bersedia. Itu karena niatnya yang mulia. Saya melihat Bobby sosok santun, rendah hati, bahkan kemarin mau salami Akhyar Nasution. Kalau sampai slip, akan hancur masa depannya maka pasti Bobby tidak akan main-main," ungkapnya.
Dengan kondisi Medan sebagai kota terbesar, namun faktanya hanya di posisi 17 kota terbaik nasional.
"Target dalam 3 tahun masuk 10 besar kota terbaik di Indonesia. Sekarang posisi 17.
Kita doakan dan dukung Bobby Nasution dan Aulia Rachman. Minang jaya Bobby memang," terang Farianda.
Ketua BM3 pun mengamini putusan PKDP Sumut untuk mendukung pasangan Bobby Nasution dan Aulia Rachman. "Kita harus cari pemimpin berkualitas. Tingkat emosional Bobby Nasution saya pandang baik. Kami yakin bisa bawa Medan ke arah yang lebih baik," kata Ketua BM3 Sumut Syahruddin Ali.
Mendapat tambahan dukungan dari masyarakat Minang, Bobby Nasution mengaku dirinya kini bertautan dengan Minang. Sebab, abang iparnya yang baru saja menikah dengan kakaknya adalah bersuku Chaniago.
Namun terpenting dari itu, Bobby kembali menegaskan pentingnya kolaborasi dalam target memperbaiki Kota Medan.
"Pemimpin itu tidak hanya beri janji tapi harus bisa mengatasi masalah. Itulah yang akan kita lakukan," pungkasnya.