Kamis, 4 Juni 2026

Kesehatan Diragukan, Simak Penjelasan Tim Machfud - Mujiaman

Photo Author
Admin 1, Nawacita Post
- Kamis, 10 September 2020 | 20:44 WIB

Surabaya NAWACITAPOST – Satus kesehatan Capaslon Machfud Arifin-Mujiaman rame dipertanyakan banyak pihak. Sebagian bahkan menduga hasil swab Paslon wali kota dan wakil wali kota Surabaya Machfud Arifin - Mujiaman positif. Apalagi, setelah KPU memberikan keterangan bahwa ada salah satu calon wali kota yang dinyatakan positif Covid-19. Namun, hingga Rabu sore (9/9) tim pemenangan belum menerima hasil resmi dari swab tersebut.


Ketua Tim Pemenangan MA – Mujiaman, Miratul Mukmini mengaku belum mengetahui hasil swab yang dilakukan pada Senin (7/9). Baik dari pihak RSUD dr Soetomo maupun KPU Kota Surabaya. ”Belum ada,” ujarnya.


Pria yang akrab disapa Gus Amik itu menyatakan bahwa Machfud memang sempat menjalani isolasi mandiri sejak 25 Agustus. Sebab, ada salah satu anggota tim pemenangan yang ternyata reaktif setelah dilakukan rapid tes. ”Pak MA kondisinya sehat wal afiat. Tetapi, beliau berinifiatif untuk melakukan karantina karena salah satu tim yang bersangkutan termasuk ring satu,” terangnya.


Menurut Gus Amik, Pada 5 September lalu Machfud menjalani swab di RS National Hospital sementara Mujiaman juga melakulan hal yang sama di RS Premier. Hasilnya, Machfud dinyatakan negatif Covid-19. Di hari yang sama, Mujiaman juga menjalani swab. Mantan Dirut PDAM Surya Sembada itu melakukan swab di RS Premier Surabaya. Pria yang juga ketua RW 3 Kelurahan juga dinyatakan negatif.




syarat mendaftar dan semuanya dinyatakan lengkap dan diterima,” kata Gus Amik.





Tanggal 7 September, Machfud dan Mujiaman kembali menjalani swab di RSUD dr Soetomo. Hingga Rabu kemarin, tim pemenangan belum menerima hasil swab tersebut. Namu, beredar kabar bahwa salah satu paslon positif Covid.





Gus Amik mengaku belum bisa memberikan kesimpulan. Yang jelas, jika memang hasilnya tidak sesuai yang diharapkan, pihaknya tentu akan siap mengikuti prosedur yang ada. ”Karena Covid-19 ini bukan aib dan siapa saja bisa kena. Kalaupun hasilnya demikian, tentu pak MA akan mengikuti protokol kesehatan sesuai aturan dari pemerintah,” jelasnya.





Namun, mantan bupati Magetan itu menyayangkan adanya keterangan dari komisioner KPU Suprayitno yang memberikan keterangan ke media terkait hasil swab paslon tertentu. Sebab, itu merupakan hasil rekam medik yang bersifat rahasia. Dalam etika medis, hal itu bukan untuk dipublikasikan. Kecuali, yang membuka adalah orang yang bersangkutan. ”Dan itu sangat tidak etis tentunya,” ucapnya. (Red-Jtm)



Editor: Admin 1

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini