Kamis, 4 Juni 2026

Kabag Humas Pemasyarakatan Kemenkumham Perlu Ditingkatkan Kinerjanya

Photo Author
Ayu Yulia Yang, Nawacita Post
- Kamis, 13 Agustus 2020 | 12:31 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - Instrumen machine learning INDEF menjaring percakapan tentang individu - individu pejabat dan jajaran pemerintahan. Salah satu hasil survey, Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly. Mendapat sentimen negatif dengan 6.895 perbincangan atau 81 persen. Mayoritas perbincangan yaitu seputar pembebasan narapidana atau napi (koruptor). Kemudian lembaga konsultan data, Statqo Analytics, melaporkan. Yasonna menjadi tokoh publik dengan sentimen negatif tertinggi di media sosial (medsos). Yasonna mendapatkan sentimen negatif di media sosial sebesar 85 persen. Selain itu, dia mendapat sentimen netral sebesar 12 persen dan sentimen positif sebesar 3 persen. Selain sentimen di medsos, Statqo Analytics juga melakukan analisis lain. Melakukan analisis sentimen berdasarkan media dan website online serta komentar masyarakat dalam forum media online. Tak lain dengan menggunakan tools Brand 24 dalam rentang waktu 29 Maret hingga 4 April 2020. Hasilnya adalah Yasonna mendapatkan sentimen negatif dari masyarakat. Terutama usai melontarkan kemungkinan melakukan pembebasan narapidana terkait Covid 19. Sentimen negatif masyarakat terhadap Yasonna hingga angka 80 persen.

BACA JUGA: Tangan Ahok Sapu Bersih Enyahkan Korupsi di Tubuh Pertamina

Foto : Survey negatif

Adanya survey negative di angka 80 tentunya bisa dinilai. Bahwasanya kinerja bagian terkait lebih tepatnya kepala bagian (kabag) humas pemasyarakatan kurang pro aktif. Lantaran kemungkinan bisa jadi komunikasi antara kabag humas pemasyarakatan terhadap media kurang begitu baik. Sehingga info negative pemberitaan Yasonna dengan hal – hal pemasyarakatan tidak terkontrol. Kuantitasnya menjadi lebih tinggi. Padahal jelas, kabag humas pemasyarakatan punya tugas dan tanggung jawab mengklarifikasi pemberitaan negative. Terutama persoalan pemasyarakatan. Salah satunya mengenai narapidana. Justru malah dibuat Yasonna turun langsung angkat bicara. Menandakan bahwasanya kabag humas tidak mampu menghandle. Terlihat mudah mengabaikan tugas dan tanggung jawabnya. Peran hubungan masyarakat (humas) di Kemenkumham sangat penting. Khususnya dalam menciptakan opini positif terhadap kinerja organisasi.

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?

-
Foto : Menkumham Yasonna jelaskan langsung ke media

Sekretaris Jenderal Kemenkumham, Bambang Rantam Sariwanto mengatakan. Humas harus memiliki kemampuan menjual prestasi yang telah dicapai Kemenkumham. Tak lain untuk menciptakan trust masyarakat. Membangun kepercayaan masyarakat itu penting. Aktivitas kehumasan patut didorong dalam percepatan informasi. Terlebih terhadap pemenuhan kebutuhan informasi masyarakat. Menangani info negative soal narapidana saja harus Yasonna menjelaskan langsung kepada media. Apalagi tugas lainnya. Sementara pemasyarakatan sangat menjadi sorotan public. Terlebih disaat keputusan kebijakan narapidana yang terlaksana pada tahun 2020. Beragam isu muncul dengan embel – embel bermacam – macam. Bukan justru mereda. Malah semakin berkesinambungan dengan hal – hal lainnya. Hanya satu hal yang bisa terlintas di benak. Kinerja Kabag Humas Pemasyarakatan Kemenkumham dipertanyakan. Yang mana kini sedang dipegang oleh Rika Aprianti. Sepertinya perlu ditingkatkan kinerjanya. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Kapolri Idham Azis Bakal Purnawirawan, Jokowi Reshuffle, Jabatan Menteri Menanti

 

 

Editor: Ayu Yulia Yang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini